SP2J bangun jaringan gas di Gandus2019

id SP2J,jaringan gas,gandus

SP2J  bangun jaringan gas di Gandus2019

Ilustrasi - Jaringan Gas Rumah Tangga Petugas Perusahaan Gas Negara (PGN) memastikan keandalan instalasi saluran rumah tangga di rumah warga Dusun IV Lumpatan II Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, Rabu (29/11). (ANTARA Sumsel/Feny Selly)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) bakal melakukan pemasangan Jaringan Gas (Jargas) mulai dari Kawasan Sosial KM 5, hingga kawasan Gandus di tahun 2019.

"Tahun 2019 pembangunan jargas di wilayah KM 5 dan Gandus mulai dikerjakan,  dimana anggarannya sudah disetujui oleh Pemerintah Kota Palembang bersama DPRD untuk membangun proyek gas untuk masyarakat sebesar Rp21 miliar," ujar Direktur Operasional PT SP2J, Antony Rais, Jumat. 

Pembangunan jaringan gas  di wilayah tersebut dilakukan karena dari masyarakatnya sudah banyak melakukan pengajuan untuk menggunakan gas alam.

"Karena antusias warga banyak,  akhirnya pihaknya memutuskan untuk melakukan pemasangan di Gandus. Kapasitas yang akan dipasang sekitar 1.000-1.500 pelanggan," ungkapnya.

Tahun ini pemasangan yang sudah dilakukan seperti di Jalan Macan Kumbang dengan pipa 63 mm sepanjang 2.800 m, pipa 32 mm sepanjang 1.175 m dengan jumlah pelanggan 220. Sedangkan kapasitas yang dapat dipasang 1.000 pelanggan. 

"Kemudian di Jalan Sriwijaya Negara dengan pemasangan pipa induk dari universitas sriwijaya ke kantor lurah bukit lama sepanjang 1.850 m untuk menyambungkan pipa besarnya," katanya. 

Sementara pekerjaan yang sedang dilakukan di kelurahan karya baru dan talang kelapa pipa 125 mm sepanjang 1.860 m, pipa 90 mm sepanjang 3.250 m, pipa 63 mm sepanjang 7.500m dan pipa 32mm sepanjang 2.660 m dengan kapasitas 1.500 pelanggan. 

"Ada juga perumahan yang menolak untuk menggunakan gas alam, itu tidak bisa kami paksakan. Rencananya pengerjaan ini desember sudah selesai," tutupnya.
 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar