Logo Header Antaranews Sumsel

Tranmusi dan LRT akan berlakukan tiket terusan

Senin, 3 Desember 2018 10:43 WIB
Image Print
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (kedua kiri) dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan distasiun LRT Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (13/7). Presiden Joko Widodo mengatakan Light Rail Transit (LRT) / kereta ringan Palembang merupakan LRT pertama yang beroperasi di Indonesia. (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Bus Rapid Transit Trans Musi dan Light Rail Transit (LRT) akan memberlakukan tiket terusan untuk penumpang yang dinilai lebih hemat dan efektif.

"Tiket terusan ini dimana penumpang cukup sekali bayar ketika naik transmusi dan LRT dengan tarif yang sudah ditentukan," ujar Direktur Operasional PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), Antony Rais, Senin.

Untuk progresnya saat ini, kata Antony, pihak yang bersangkutan sedang rapat penentuan kapan tiket terusan ini berlaku.

Tiket terusan ini dilakukan untuk mendukung moda transportasi LRT dan trans musi sebagai angkutan feeder mendukung satu sama lainnya.

Diterangkannya, untuk pelajar yang akan bus trans musi menuju stasiun LRT terdekat akan dikenakan biaya Rp 5 ribu, setelah menaiki LRT penumpang tak perlu bayar lagi.

"Untuk tiket terusan umum akan dikenakan tarif sebesar Rp 7 ribu. Sedangkan untuk mahasiswa tujuan Indralaya akan dikenakan tarif sebesar Rp 12 ribu. Nanti penghasilan penjualan tiket akan kami bagi antara bus trans musi dan LRT," jelasnya.

Ia mencontohkan ada penumpang mahasiswa Unsri dari Plaju mau ke Indralaya maka terlebih dulu menaiki trans musi menuju stasiun Polresta kemudian dari sana akan diantar menggunakan LRT menuju OPI kemudian dari OPI baru diantar ke Indralaya.

"Penumpang ini cukup membayar tarif mahasiswa. Ketika naik transmusi tidak usah bayar lagi karena di tiket LRT sudah mencakup tarif transmusi," katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026