Optimistis Caleg muda jelang Pemilu 2019

id caleg,muda,pemilu,2019

Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) termuda, Jyalika Maharani (tengah) dan Calon DPRD dapil 3 Banyuasin, Noor Ismathuddin (dua kanan) memaparkan visi misi bersama Direktur Eksekutif Musi Institute for Democracy Electoral (MIDE), Andika Pranata Jaya (kanan) di forum diskusi Ngobrol Pintar (Ngopi) Bareng BungFk di Dipo Cafe Palembang, Sabtu (20/10). (ANTARA News Sumsel/Fernando Tri Tanjung/Erwin Matondang/18)

....ingin membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk perempuan dan anak muda dengan tujuan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga bisa lebih memajukan Sumatera Selatan....

Palembang (ANTARA News Sumsel) – Pemilihan umum (Pemilu) 2019 semakin dekat, Calon Legislatif (Caleg) berlomba-lomba memberikan visi misi dan menarik hak pilih masyarakat, tidak terkecuali Caleg muda.

Caleg muda tetap optimis dengan potensi diri yang dimiliki, ditengah persaingan ketat dengan Caleg lainnya yang lebih senior dan berpengalaman, seperti yang diungkapkan oleh Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) termuda, Jyalika Maharani dan Calon DPRD dapil 3 Banyuasin, Noor Ismathuddin.

“Saya optimis 99 persen terpilih, namun 1 persennya tetap saya serahkan kepada kuasa Allah,” kata Calon DPD termuda, Jyalika Maharani di Palembang, Sabtu (20/10).

Ia mengatakan motivasi dalam menjadi Caleg ini yakni dirinya hidup ditengah masyarakat dengan berlatar belakang politik serta dirinya sejak kecil diajarkan untuk bermanfaat bagi orang banyak.

“Saya yakin akan lebih bermanfaat kepada masyarakat jika saya mencalonkan diri menjadi anggota Legislatif karena saya bisa mengakomodasi aspirasi masyarakat tersebut,” tegas calon DPD Termuda yang berumur 21 tahun ini.

Ia mengatakan cara yang dilakukan dlm menarik aspirsi masyarakat ialah dengan menyuarakan apa saja yang diaspirasikan, baik itu mengenai pendidikan, ekonomi, kesejahteraan, dan sebagainya.

“Banyak aspek yang bisa saya perjuangkan di kursi legislatif ini,” ujarnya.

Jyalika menambahkan untuk tantangan yang dihadapi yakni bersaing dengan Caleg senior lainnya, namun dalam tantangan tersebut dirinya tetap maju dan percaya diri akan kompetensi yang ia miliki.

“Saya ingin membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk perempuan dan anak muda dengan tujuan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga bisa lebih memajukan Sumatera Selatan,” ujar Jyalika.

Calon DPRD dapil 3 Banyuasin, Noor Ismathuddin turut mengutarakan motivasinya dalam menjadi Caleg di usia 21 tahun.

“Motivasi saya yakni perubahan, di 2019 saya yakin berpeluang untuk maju menjadi anggota legislatif DPD Kabupaten Banyuasin Dapil 3,” ujarnya.

Ia menambahkan dirinya terpanggil untuk menyentuh masyarakat secara langsung karena selama 2016 banyak aspirasi masyarakat yang belum terpenuhi dari dewan yang lama.

“Saya optimis maju karena anak muda mempunyai peran penting, Dapil saya kurang lebih 75 ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT) didominasi sekitar 20 ribu anak muda usia 17 hingga 25 tahun, saya lihat mereka sangat terbuka kepada caleg muda,” tegas Noor.

Ia mengatakan untuk maju mewakili suara masyarakat dirinya akan mewujudkan harapan masyarakat akan perubahan yang lebih baik dibanding caleg muda terdahulu dan tidak sekedar wacana semata.

“Pertama yang akan dilakukan setelah jadi anggota legislatif kedepan akan menjalankan sesuai dengan penempatan dan bagian komisinya, saya pribadi lebih ke komisi pendidikan, karena mayoritas masyarakat masih kurang peka terhadap pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan sebagai kawula muda akan terus memberikan informasi bahwa pentingnya pendidikan itu di masa depan.

“Selanjutnya di bidang pertanian masyarakat seperti petani padi, kelapa sawit, buruh pabrik, dan lainnya akan difasilitasi dan lebih dijalankan lagi,” ujar Noor.

Ia menambahkan banyak petani mengeluh bantuan pusat tidak sampai ke mereka, sehingga dirinya akan membantu menuntaskan permasalahan ini.

“Saya juga berupaya mendongkrak harga kelapa saat ini yang hanya menyentuh Rp500 dibantu dengan jabatan saya sebagai sekjen persatuan petani kelapa se-Sumsel dan bekerjasama dengan menteri pertanian supaya harga kelapa kembali stabil,” ujarnya.
 

Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) termuda, Jyalika Maharani (dua kiri) dan Calon DPRD dapil 3 Banyuasin, Noor Ismathuddin (tengah) beserta Direktur Eksekutif Musi Institute for Democracy Electoral (MIDE), Andika Pranata Jaya (dua kanan) berfoto bersama di forum diskusi Ngobrol Pintar (Ngopi) Bareng BungFk di Dipo Cafe Palembang, Sabtu (20/10). (ANTARA News Sumsel/Fernando Tri Tanjung/Erwin Matondang/18)


Direktur Eksekutif Musi Institute for Democracy Electoral (MIDE), Andika Pranata Jaya menjelaskan bahwa mimpi yang akan dibangun oleh para caleg muda adalah perbaikan dalam masa kini.

"Anak-anak muda menawarkan harapan baru kepada masyarakat dan sudah melihat banyak pilihan yang bisa diambil. Semua butuh langkah-langkah strategis. Caleg usia 21-30 tahunan saat ini hidup dan berkembang di era milenial seperti sekarang dan membuat para caleg muda bisa menilai kekurangan apa saja dari program caleg seniornya," jelasnya.

Andhika menambahkan jumlah pemilih muda di Sumsel saat ini sekitar 470 ribu, jumlah tersebut masih akan terus bergerak dan bertambah jelang pemilu 2019 mendatang.

"Dengan banyaknya caleg dari kaum mereka, pemilih muda dan masyarakat, saya yakin dapat terbuka pemikirannya dengan visi misi caleg muda ini dengan harapan strategi menarik aspirasi masyarakat tidak hanya di media sosial namun turut terjun langsung ke masyarakat," tutup Andhika.

Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar