Goa Harimau dijadikan situs cagar budaya

id Goa Harimau,Objek wisata,situs cagar budaya,Kuryana Azis,berita sumsel,berita palembang,antara palembang,Dinas Pariwisata,Imron HS

Goa Harimau Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan (ANTARA News Sumsel/Edo Permana)

Baturaja (ANTARA News Sumsel) - Objek wisata Goa Harimau di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan akan dijadikan situs cagar budaya .

"Dalam waktu dekat ini Bupati OKU, Kuryana Azis akan menetapkan Goa Harimau sebagai situs cagar budaya," kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ogan Komrering Ulu (OKU), Imron HS di Baturaja, Selasa.

Ia mengatakan pemerintah daerah setempat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan OKU memperjuangkan Goa Harimau untuk jadi situs cagar budaya di tingkat nasional.

Menurut dia, upaya yang dilakukan oleh pihaknya itu sudah direspon pihak Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) nasional, Prof Dr Truman Simanjuntak rencananya akan berkunjung ke OKU pada 17 Oktober 2018," katanya.

Dengan adanya kehadiran TACB ini, kata dia, menjadi langkah awal bagi Kabupaten OKU untuk bisa menjadikan Goa Harimau sebagai situs cagar budaya ditingkat nasional.

Ia mengemukakan TACB nasional tersebut datang ke wilayah setempat untuk berkoordinasi terkait keberadaan Goa Harimau yang terletak di kawasan objek wisata Goa Putri.

Sementara Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata OKU, Anas Syafrizal menambahkan Goa Harimau sudah diusulkan jadi situs cagar budaya sejak 2017.

"Tapi saat itu, terkendala karena dari Kabupaten OKU belum ada TACB. Namun sekarang ini sudah ada beberapa orang yang lolos asesment menjadi TACB yang diketuai DR Achmad Tarmizi," ungkapnya.

TACB OKU ini lanjutnya, nantinya yang akan menyampaikan rekomendasi kepada Bupati OKU bahwa Goa Harimau di OKU sudah layak menjadi situs cagar budaya.

"Karena sebelumnya sudah ada beberapa pertimbangan, kenapa Goa Harimau sudah selayaknya menjadi cagar budaya," ujar dia.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar