Lahan pertanian di Kota Palembang berkurang

id sawah,pertanian,berita sumsel,berita palembang,berita antara,petani palembang,sayuti,Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palembang

Foto udara, kawasan lahan sawah yang mulai beralih fungsi menjadi pemukiman penduduk. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Lahan pertanian di Kota Palembang tercatat berkurang sebanyak 628 hektare atau 10 persen dari total areal sawah seluas 6.280 hektare akibat adanya pembangunan di kota itu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palembang Sayuti di Palembang, Minggu, mengatakan pembangunan yang pesat sehingga menghilangkan areal pertanian itu terutama terjadi di Kawasan Gandus dan Kertapati.

Kota Palembang kini tumbuh menjadi kota metropolitan, sehingga kami hanya berusaha mempertahankan sawah yang sudah ada, kata dia.

Sayuti mengatakan lahan pertanian di Palembang yang telah dimanfaatkan untuk ditanam padi tercatat seluas 5.775 hektare.  Area pertanian yang terbesar di dominasi oleh tiga kecamatan yaitu kecamatan Gandus, Kertapati, dan Kalidoni. Ada juga sawah di Kawasan Sematang Borang seluas 90 hektare dan Plaju seluas 250 hektare.

Menurut Sayuti alih fungsi lahan pertanian tersebut biasanya menjadi kawasan permukiman dan fasilitas infrastruktur, seperti jalan tol.

Meski terjadi pengurangan luasan areal sawah, pemkot tetap mengoptimalkan panen beras sebanyak dua kali selama setahun.Bahkan Palembang saat ini mampu memproduksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 4 ton hingga 5 ton per hektare. Jika di akumulasikan dalam satu tahun palembang mampu memproduksi 26.000 ton GKG.

Untuk meminalisir lahan yang hilang, kami optimalkan panen dua kali, kata dia.

Kota Palembang yang bergerak menjadi kota metropolitan tetap berjuang mempertahankan lahan pertanian sawah lebak yang saat ini banyak dijumpai di kawasan pinggiran kota.

Luas lahan pertanian rawa lebak itu sebagian besar tersebar di 10 Kecamatan yakni Kecamatan IIIr Barat (IB) I, IB II, Gandus, Seberang Ulu (SU) I, Seberang Ulu (SU) ll, Kertapati, Kalidoni, Plaju, Ilir Timur II, dan Sematang Borang.Budi Suyanto
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar