Ridwan Kamil terjebak di toilet

id Ridwan Kamil,gubernur jawa barat,berita sumsel,berita palembang,berita antara,Gubernur Emil,Mac Gyver, ada ember, embernya saya balikin, jadi tetecean

Ridwan Kamil. (ANTARA/Yudhi Mahatma)

Bandung (ANTARA News Sumsel) - Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil atau Emil menceritakan insiden terjebak di salah satu toilet di Kantor Dekranasda Jabar di Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, pada Kamis (13/9).

"Jadi saya ingin ke toilet, saya masuk. Pas saya masuk, handelnya rusak, diputer ke kiri ga ngaruh, diputer ke kanan ga ngaruh, dibetot malah jebol, berlubang sedikit," kata Gubernur Emil di Bandung, Jumat.

Peristiwa tersebut terjadi di sela kegiatannya mengunjungi Kantor Dekranasda Jabar yang merupakan kantor istrinya dan rencana mendatangi kantor tersebut untuk makan siang bersama istrinya.

Saat itu, dirinya tidak membawa telepon seluler sehingga kesulitan meminta tolong sehingga ia berusaha menyelamatkan diri sendiri.

"Langsung saya ingat serial Mac Gyver, ada ember, embernya saya balikin, jadi tetecean. Karena ribut, jadi banyak yang lihat pas keluar," katanya.

Dia mendapat hikmah dari kejadian tersebut, yakni berat badannya yang masih ideal sehingga masih bisa memanjat. Ketika ditanyakan mengapa bisa terjebak di gedung yang desainnya ia rancang sendiri, Gubernur Emil menjawab urusan desain di dalam termasuk toilet bukan dia yang merancang.

"Saya mendesain wajahnya saja, depannya saja, dalamnya saya nggak desain. Catat, saya mendesain depannya saja, yang gentingnya. Cukup, cukup," kata dia.

Sebelumnya beredar foto Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terjebak di salah satu toilet.

Foto tersebut diunggah istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya, di akun media sosial instagram miliknya pada Kamis (13/9). Atalia mengunggah dua foto Ridwan Kamil yang tengah memanjat pintu toilet.

"Kejadian heboh hari ini. Kang Emil terkunci di kamar mandi. Handle pintu rusak. Waduhh," tulis Atalia dalam akun instagramnya.

Ia melanjutkan, "Alhamdulillah jaman kecilnya suka naik pohon jambu. Aman. Bisa lompat manjahh," tulisnya. K
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar