Logo Header Antaranews Sumsel

Nilai ekspor Sumsel menurun

Kamis, 2 Agustus 2018 19:28 WIB
Image Print
Dokumen - Kepala BPS Sumsel Yos Rusdiansyah saat jelaskan inflasi Palembang (ANTARA News Sumsel/Susilawati/18/Ang)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Nilai ekspor Sumatera Selatan yang berfluktuasi dari bulan ke bulan mengalami penurunan pada Juni 2018 sebesar 0,85 persen atau hanya senilai 340,99 juta dolar Amerika Serikat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan Yos Rusdiansyah di Palembang, Kamis mengatakan, menurunnya nilai ekspor Sumsel itu pada Juni 2018 dibandingkan pada Mei 2018 sebesar 0,85 persen itu disebabkan turunnya nilai ekspor migas sebesar 14,16 persen yaitu dari 26,06 juta dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 22,37 juta dolar AS.

Sedangkan nilai ekspor nonmigas meningkat sebesar 0,24 persen dari 317,84 juta dolar AS menjadi 318,62 juta dolar AS, katanya.

Ia menjelaskan nilai ekspor Sumsel pada Juni 2018 sebesar 340,99 juta dolar AS itu terdiri atas ekspor migas sebesar 22,37 juta dolar AS dan 318,62 juta dolar AS merupakan hasil ekspor komoditas nonmigas.

Meningkatnya nilai ekspor nonmigas pada Juni 2018 dibandingkan pada Mei 2018 disumbang oleh naiknya nilai ekspor komoditas utama yaitu bubur kayu/pulp, batu bara, minyak kelapa sawit dan fraksinya, pupuk urea dan amonia anhidrat. Sedangkan komoditas utama lainnya seperti karet, kayu/produk kayu dan kelapa mengalami peningkatan nilai ekspor.

Sedangkan nilai ekspor nonmigas Sumsel pada periode Januari-Juni 2018 masih didominasi oleh komoditas karet yang mencapai nilai sebesar 827,55 juta dolar AS diikuti bubur kayu/pulp sebesar 531,79 juta dolar AS dan batu bara sebesar 389,57 juta dolar AS.

Ekspor Sumsel pada Juni 2018 mengalami penurunan dibandingkan pada Mei 2018. Penurunan terjadi pada beberapa negara tujuan utama yaitu Malaysia, Thailand, Italia, Jepang, India dan Korea Selatan meskipun ekspor ke Vietnam, Amerika Serikat, Tiongkok dan Jerman mengalami peningkatan, katanya.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026