Logo Header Antaranews Sumsel

Genjot ekspor, BKHIT Sumsel perkuat sinergi dengan IPC terminal petikemas

Selasa, 30 Juni 2026 11:35 WIB
Image Print
Dermaga peti kemas Pelabuhan Boom Baru Palembang. ANTARA/Yudi Abdullah

Palembang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat sinergi dengan PT IPC Terminal Peti kemas Area Palembang, untuk mempercepat logistik ekspor.

"Untuk mempercepat logistik ekspor komoditas asal provinsi ini, perlu diperkuat sinergi bersama PT IPC Terminal Peti kemas Area Palembang dan mendengarkan masukan dari pengirim komoditas (shipper) maupun pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya," kata Kepala BKHIT Sumsel Sri Endah Ekandari, di Palembang, Senin (29/6).

Dia menjelaskan, sinergi itu menjadi langkah strategis untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Tantangan logistik ekspor hanya dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, serta pelaku usaha,” ujarnya.

Menurut dia, perkembangan layanan ekspor berbagai komoditas unggulan yang dilalulintaskan ke mancanegara oleh petugas BKHIT Sumsel terus meningkat.

Berdasarkan data sepanjang 2025, pihaknya menerbitkan 3.978 sertifikat ekspor atau meningkat 36,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 3.030 sertifikat.

Sedangkan sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah diterbitkan 1.002 sertifikat ekspor.

Komoditas ekspor unggulan Sumsel didominasi karet lempeng, kelapa bulat, Palm Kernel Expeller (PKE), kayu olahan, minyak kelapa mentah, pakan hewan, kopi, santan, dan produk hilirisasi perkebunan lainnya dengan tujuan utama Tiongkok, India, Vietnam, Malaysia, dan Singapura, kata Sri Endah pula.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026