
KLHK: Karhutla di Sumsel teratasi

Sorong (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sempat meluas di Padamaran Timur, kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), saat ini telah teratasi oleh tim terpadu yang menangani lokasi titik api melalui jalur darat dan udara. "Sejak kemarin sore(Rabu) titik api di Padamaran sudah berhasil dipadamkan,"kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan melalui rilis diterima di Sorong, Kamis.
Anggota Manggala Agni KLHK bersama tim terpadu lainnya, harus bekerja keras untuk memadamkan titik api melalui jalur darat karena tidak jarang, Karhutla terjadi di rute-rute yang sangat sulit dan minim sumber air.
Jika akses roda empat tidak memungkinkan, maka pemadaman dilakukan menggunakan kendaraan roda dua, bahkan jika masih saja sulit, anggota Manggala Agni bersama tim terpadu akan menggendong alat pemadam secara manual untuk mengatasi meluasnya titik api.
"Rutenya banyak yang sulit-sulit, namun tim tetap bekerja tiada henti siang dan malam. Pantang pulang sebelum padam," tegas Raffles.
Sedangkan, pemadaman titik api lewat udara, dikerahkan 17 unit helikopter untuk melakukan water boombing di empat Provinsi yang telah menetapkan status darurat.
Rinciannya, delapan helikopter di Propinsi Riau, empat helikopter di Sumsel, tiga heli di Kalbar, dan dua helikopter di Kalteng. Delapan Unit helikopter ini berasal dari KLHK, BNPB, TNI- AU dan pihak swasta.
Sebanyak 23.412.700 liter air telah dijatuhkan untuk melakukan water boombing.
Rinciannya, di Provinsi Riau telah dijatuhkan sebanyak 21.729.200 liter air di kabupaten Meranti, Siak, Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Kota Dumai dan Kota pekanbaru.
Selain itu di Provinsi Sumseldijatuhkan sebanyak 1.583.500 liter air di kabupaten Muba, OKI, Ogan Ilir dan Banyuasin.
Sedangkan di Provinsi Kalimantan Tengah dijatuhkan sebanyak 100.000 liter air di Kota Palangkaraya dan kabupaten Barito Selatan. Khusus hujan buatan, total garam yang dijatuhkan mencapai 32 ton, tersebar di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, PALI dan OKI, Provinsi Sumsel..
"Hingga saat ini belum terdeteksi asap lintas batas. Ini akan terus dikawal dan jaga bersama,"kata Raffles.
Selain upaya pemadaman, KLHK juga memprioritaskan upaya pencegahan, makanya telah dilakukan patroli terpadu di 288 Posko Desa yang menjangkau 816 desa di provinsi rawan Karhutla, yaitu Kalbar, Riau, Sultra, Kalteng, Sumsel, Kalsel, dan Kaltim.
"Melalui SMS blast, masyarakat juga terus disosialisasikan peringatan mewaspadai musim kemarau dan Karhutla. Kami juga melakukan sosialisasi dari pintu ke pintu, mengajak masyarakat mewaspadai bahaya Karhutla," ujar Raffles.
Menurut dia, musim kemarau, titik api atau hotspot dari Karhutla mulai terdeteksi.
Lima Provinsi, satu Kabupaten di Provinsi Aceh dan tiga Kabupaten di Provinsi Jambi telah menetapkan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap. Provinsi dimaksud adalah Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
"Tim terpadu yang terdiri dari anggota Manggala Agni KLHK, TNI, Polri, pihak swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan aparat desa, terus melakukan pemadaman siang dan malam. Mereka masih ada di lapangan saat laporan ini dibuat," kata Raffles.
Pewarta: Virna P Setyorini
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
