Logo Header Antaranews Sumsel

Tiga kecamatan di Solok Selatan Sumbar rawan pembalakan liar

Senin, 26 Februari 2018 19:10 WIB
Image Print
Arsip - Kayu hasil pembalakan liar (FOTO ANTARA/Feri Purnama)

Padang Aro, Sumbar (ANTARA News Sumsel) - Kepolisian Resort Solok Selatan, Sumatera Barat, menyatakan lokasi rawan pembalakan liar di daerah itu tersebar di tiga kecamatan yakni Sangir Batang Hari, Sangir Balai Janggo, dan Sangir Jujuan.

"Yang paling rawan berada di tiga kecamatan yaitu Sangir Batang Hari, Sangir Balai Janggo, Sangir Jujuan karena lokasi masih terbilang sepi dan berbatasan langsung dengan Dharmasraya," kata Kapolres Solok Selatan AKBP M Nurdin melalui Kasat Reskrim AKP Omri Yan Sahureka, di Padang Aro, Senin.

Ia menyebutkan pengangkutan kayu hasil tebangan liar dari tiga kecamatan tersebut lebih mudah karena daerahnya masih sepi dan bisa langsung ke Dharmasraya.

Dia menambahkan, yang menjadi kendala kepolisian dalam memberantas penebangan kayu liar adalah sulitnya medan menuju lokasi.

"Kepolisian lebih sering menunggu di jalur-jalur yang bakal dilewati pelaku untuk membawa hasil perambahan karena untuk ke lokasi sangat jauh dan medannya sulit," ujarnya.

Ia menambahkan pada Minggu (25/2), jajarannya menangkap satu truk yang berisi 15 kubik kayu olahan pelbagai jenis tanpa dokumen dan akan dibawa ke Dharmasraya.

Kayu diduga ilegal tersebut ditangkap di Sungai Kunyit Barat saat sedang dalam perjalanan menuju Dharmasraya.

"Penangkapan ini berdasarkan hasil lidik tim Opsnal Polres Solok Selatan dan pemilik kayu saat ini masih dalam tahap penyelidikan," katanya.

Setelah kayu ini sampai di Dharmasraya dilanjutkan dengan kelengkapan dokumen dan dikirim ke Surabaya.

Dari penangkapan ini polisi mengamankan tiga orang tersangka yaitu "MW" (44) warga Kayu Gadang, "BS" (41) Tabing Bandar Gadang bekerja sebagai sopir dan "AP" (43) warga Pasar Bidar Alam sebagai kernek.

Ketiga tersangka saat ini diamankan di Mapolres Solok Selatan beserta satu unit truk dan 15 kubik kayu.

Dia menyebutkan, selanjutnya kepolisian akan berkoordinasi dengan ahli untuk mengetahui jenis kayu serta ukurannya dan berasal dari mana.

"Untuk menentukan jenis kayu dan dari mana asalnya kami butuh ahli oleh sebab itu dalam waktu dekat akan kami koordinasikan," ujarnya.

Polres setempat selalu melakukan lidik di tempat yang rawan penebangan kayu liar sebagai salah satu upaya pemberantasan.

"Tiap bulan kami tugaskan Tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan di tempat rawan perambahan liar," katanya.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026