
Pelajar lima sekolah di Baturaja terlibat tawuran

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Puluhan pelajar dari lima SLTA di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, terlibat tawuran, Senin.
Aksi tawuran antara siswa di Ogan Komering Ulu (OKU) itu terjadi di Jalan HM Thamrin Kelurahan Sukaraya Kecamatan Baturaja Timur sekitar pukul 12.40 WIB, namun dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.
Para siswa dari lima sekolah yang terlibat langsung tawuran di siang bolong tersebut yakni SMA Sentosa Bhakti, Madrasah Aliyah Negeri (MAN), SMA Kader Pembangunan, SMKN 3, dan SMA Trisakti Baturaja.
Belum diketahui pasti penyebab adu mental dan fisik pelajar ini, namun menurut informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan permasalahanya lantaran bersenggolan antardua siswa di sekolah SMA Sentosa Bhakti.
Saat ini , pihak kepolisian dan anggota TNI telah mengamankan puluhan siswa yang diduga ikut terlibat.
"Kita masih amankan dan anggota masih mencari beberapa siswa yang terlibat," kata Kapolsek Baturaja Timur, AKP Saharudin.
Sementara, pantauan di lapangan puluhan siswa ini diamankan di sekolah Sentosa Bhakti dan kini masih diberi pengarahan oleh Kabag Ops Polres OKU.
Polisi mengamankan puluhan sabuk atau ikat pinggang pelajar yang tawuran. Selain itu ada juga gunting milik pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan OKU, Mahyuddin Helmi di dampingi Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Sentosa, Tolib saat dikonfirmasi menjelaskan, tawuran itu berawal dari kasus murid SMA Sentosa, yakni Me siswa kelas X B dengan Ir kelas X A pada 4 Agustus lalu.
Saat itu, Ir dan Me bersenggolan dan sempat ribut, namun kata dia, hal itu sebenarnya sudah diselesaikan oleh pihak sekolah.
"Mengenai bisa berlanjut hari ini, rupanya Me ada saudaranya di MAN, sehingga terjadi perkelahian di jalan dan melibatkan para siswa 5 sekolah," katanya.
Saat ini, pihak kepolisian dan anggota TNI telah mengamankan puluhan siswa yang diduga ikut terlibat. Para pelajar yang terlibat ini akan dipanggil orang tuanya dan kepala sekolah masing-masing.
"Akan kita bina siswanya dan orang tuanya kita panggil. Nanti masing-masing siswa akan kita minta membuat surat pernyataan tertulis bermaterai. Jika masih saja melakukan hal sama akan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku," katanya.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
