
Sumsel target produksi ikan 98.000 ton

Palembang (ANTARA Sumsel) - Provinsi Sumatera Selatan menargetkan produksi perikanan tangkap mencapai 98.000 ton pada 2016 atau bertambah 1.000 ton dari capaian tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel Galamda Israk di Palembang, Minggu, mengatakan, daerahnya sangat mungkin mencapai target tersebut karena memiliki luas perairan umum (sungai, danau, dan lebak) seluas 2,5 juta hektare.
"Harus diakui bahwa potensi perikanan tangkap di Sumsel belum tergarap maksimal, mulai dari sungai, lebak, danau karena luas wilayah. Tapi jika dimaksimalkan sebetulnya bisa menjadi yang tertinggi di Indonesia," kata Galamda.
Ia mengemukakan, pemerintah akan menjalankan berbagai program untuk mencapai target tersebut, di antaranya, pemberian bantuan sarana dan prasarana ke nelayan melalui Kelompok Usaha Bersama.
Bantuan berupa, jaring, kapal berukuran kecil, hingga sampan.
Selain itu, Dinas Kelautan dan Perikanan akan meningkatkan pengawasan terhadap "illegal fishing" di perairan tangkap bekerja sama dengan polisi.
"Jika penangkapan ikan dengan cara yang ilegal yakni penyentruman dapat diberantas maka hasil tangkapan ikan nelayan akan bertambah," ujar dia.
Kemudian, pemerintah juga mendorong kalangan swasta untuk mau berinvestasi di sektor industri pengolahan ikan yang pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp790 miliar.
"Kebijakan pemerintah banyak dikeluarkan khusus untuk meningkatkan produksi ikan secara nasional. Sumsel sendiri menjadi salah satu provinsi yang ditargetkan pemerintah pusat karena beragam jenis ikan dapat dihasilkan dari perairan air laut, air payau, hingga air tawar," ujar dia.
Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
