
Pabrik Pusri II-B ditarget operasi Agustus 2016

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pabrik baru Pupuk Sriwijaya (Pusri) II-B di Palembang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2016, setelah molor empat bulan dari rencana awal.
Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawiro di Palembang, Kamis, mengatakan bahwa pembangunan pabrik sudah hampir 100 persen dan siap dilakukan uji coba perdana selam satu bulan.
"Tidak apa-apa molor sedikit asalkan setelah jalan sudah benar-benar tidak ada masalah lagi," kata Mulyono.
Ia mengemukakan kemunduran jadwal ini disebabkan perusahaan belum mendapatkan pasokan gas untuk pabrik baru.
Namun, persoalan itu sudah terselesaikan setelah perusahaan bekerja sama dengan empat perusahaan besar penyuplai gas, yakni Pertamina EP, Medco Energy, Pertagas Niaga dan Conoco Philips yang akan memasok 85 mmscfd untuk pabrik II-B.
"Dengan beroperasionalnya pabrik baru ini maka total produksi pupuk dan amoniak dapat meningkat yakni mencapai 2,65 juta ton dan 1,85 juta ton untuk amoniak," kata dia.
Pabrik Pusri II-B dengan teknologi baru, selain ramah lingkungan juga hemat bahan baku gas yakni dengan rasio pemakaian gas per ton produk 31,49 MMBTU/ton Amonia dan 21,18 MMBTU/Ton Urea.
Pabrik Pusri IIB diproyeksikan memiliki kapasitas terpasang untuk pabrik amonia 2.000 ton per hari (660.000 ton per tahun), dan pabrik urea 2.750 ton per hari (907.500 ton per tahun).
Jika dibandingkan dengan Pabrik Pusri II (existing) yang memiliki rasio pemakaian gas per ton produk 49,24 MMBTU/Ton Amonia dan 36.05 MMBTU/Ton Urea maka akan dihemat pemakaian gas sebesar 14,87 MMBTU per ton urea.
Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
