
Debit Sungai Bedegung turun kegiatan olahraga terganggu

Muaraenim (ANTARA Sumsel) - Debit air Sungai Tenang Bedegung di kawasan objek wisata air terjun Kabupaten Muaraenim Sumatera Selatan turun drastis akibat musim kemarau, ternyata sangat berpengaruh terhadap aktivitas kegiatan olahraga arung jeram.
"Kondisi debit air Sungai Bedegung turun drastis tidak bisa digunakan untuk kegiatan olahraga arung jeram," kata staf Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) objek wisata air terjun dan arung jeram Bedegung Kecamatan Tanjung Agung, Hidayat di Muaraenim, Senin.
Menurut dia, peminat kegiatan olahraga arung jeram yang lokasinya dari ibukota Kabupaten Muaraenim hanya membutuhkan jarak tempuh kendaraan bus dua jam itu banyak yang pesan atau memboking, namun karena debit air sungai kecil terpaksa tak bisa dipenuhi.
Kegiatan olahraga arung jeram bergantung dengan kondisi alam, jika arus air sungai kuat dan permukaan air tinggi, maka olahraga itu lebih menantang dan ekstrim, ujar Hidayat.
Ketua olahraga arung jeram Kabupaten Muaraenim, Yuliswan menambahkan, pada penghujung tahun 2015, peminat olahraga arung jeram dipastikan meninggkat tajam, karena masuki libur tahunan dan diharapkan masuki pertengahan bulan November akan tiba musim hujan.
Ia menjelaskan, jika arus Sungai Bedegung besar, para wisatawan yang mau melakukan aktivitas olahraga arung jeram tak kecewa tentunya.
Memang diakuinya, untuk saat ini arus sungai keci serta dangkal kegiatan arung jeram masih bisa lakukan, akan tetapi tantangan dan adrenalinya berbeda.
Ia menambahkan, untuk sewa satu perahu karet satu tim dengan jumlah enam orang Rp75 ribu per orang dengan jarak tempuh berkisar 400 meter dimulai star dari jalur sungai Desa Bedegung hingga ke hilir sungai Desa Indramayu.
"Sedangkan untuk rute dari jalur sungai Desa Bedegung hingga ke jalur Sungai Desa Pandan Dulang dengan jarak tempuh 150 km sewa per orang Rp150 ribu untuk satu perahu karet.
Setiap peserta dan pengguna perahu karet arung jeram wajib untuk diberi pengarahan sebelum melakukan aktivitas arung jeram supaya meminimalisir kecelakaan juga keselamatan peserta arung jeram.
"Mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) para peserta arung jeram harus sehat jasmani dan rohani. Peserta juga wajib menggunakan baju pelampung, helm, dayung, skiper serta di dampingi pemandu" kata Yuliswan.
Pewarta: Banu
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
