
Pasokan ikan ke pasar induk Palembang lancar

Palembang, (ANTARA Sumsel) - Pasokan ikan ke Pasar Induk Jakabaring Palembang pada musim kemarau 2015 cukup lancar, karena pengusaha ikan mendatangkannya dari berbagai daerah di Sumatera Selatan bahkan dari provinsi tetangga seperti Lampung.
Menurut pedagang ikan di Palembang, Kamis, pasokan ikan tidak masalah, jumlah ikan yang masuk dari berbagai sumber dan daerah setiap hari stabil berkisar 12--15 ton berbagai jenis ikan laut dan air tawar.
Menurut dia, pasokan ikan di pasar induk ini sebagian besar diperoleh dari dalam Kota Palembang dan daerah terdekat, seperti Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, selama ini tidak ada masalah pasokan ikan karena cukup banyak sumber dari dalam wilayah Sumsel maupun dari provinsi tetangga.
Jika ada tanda-tanda penurunan pasokan ikan dari lokal, pedagang mengupayakan sumber pasokan baru agar kebutuhan masyarakat dapat terus dipenuhi dengan baik, katanya lagi.
Kepala Bidang Humas Pembinaan dan Informasi Data Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel, Gamalda Israk menyatakan, pasokan ikan yang dijual di Pasar Induk Jakabaring untuk memenuhi kebutuhan warga Palembang berasal dari nelayan dan pengusaha tambak empat kabupaten dalam provinsi ini.
"Pasokan ikan Pasar Induk Jakabaring dipenuhi dari kabupaten terdekat, seperti Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin setiap hari berkisar 12--15 ton," ujarnya.
Dia menjelaskan, nelayan dan pengusaha tambak dari daerah pemasok ikan ke ibu kota Provinsi Sumsel itu dalam pembinaan pihaknya, sehingga dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat yang setiap tahun cenderung mengalami peningkatan.
Tingkat konsumsi ikan warga Bumi Sriwijaya ini cukup tinggi, karena selain untuk lauk makan sehari-hari, ikan juga menjadi bahan baku makanan khas daerah ini, seperti pempek dan kerupuk kemplang.
Secara umum tingkat konsumsi ikan masyarakat Sumsel saat ini telah mencapai 38 kilogram per kapita per tahun atau melebihi rata-rata tingkat konsumsi ikan nasional sebanyak 36 kg per kapita/tahun.
Tingkat konsumsi ikan tersebut perlu terus didorong lebih tinggi, untuk mengejar target tingkat konsumsi ikan di provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa itu pada 2018 sebanyak 40 kg per kapita/tahun, kata dia menambahkan.
Pewarta: Oleh Yudi Abdullah
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
