Logo Header Antaranews Sumsel

Bupati: Pilkada jadikan kompetisi sehat

Kamis, 23 Juli 2015 23:49 WIB
Image Print
Cabub OKU Kuryana Aziz (Foto:antarasumsel.com/Edo Purmana)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Bupati Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Kuryana Aziz mengajak masyarakat untuk menjadikan Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 sebagai ajang kompetisi politik yang santun dan sehat dengan menjauhi sikap saling menghujat satu sama lain.

"Kompetisi Pilkada Ogan Komering Ulu (OKU) yang sebentar lagi dimulai harus menjadi ajang perebutan pengaruh masing-masing calon dengan cara santun hingga kondisi politik yang sehat dapat dibangun," kata Kuryana Aziz di Baturaja, Kamis.

Kuryana yang juga akan maju dalam pertarungan Pilkada Ogan Komering Ulu pada 9 Desember nanti mengaku sudah menanamkan cara berpolitik yang sehat pada setiap kelompok maupun personal masa pendukungnya agar menghargai persaingan secara politik dalam suatu kompetisi yang dihadapkan pada pilihan menang atau kalah.

"Saya terus berkoordinasi dengan seluruh unsur muspida guna menjadikan Ogan Komering Ulu senantiasa kondusif, baik sebelum hingga sesudah Pilkada nanti, saya sangat keberatan jika karena Pilkada membuat masyarakat OKU tercerai berai hanya diakibatkan perbedaan dukungan atau pilihan, sebab Pilkada bertujuan untuk memilih calon pemimpin daerah terbaik melalui suara rakyat," katanya.

Sementara, ia menilai, sekarang ini masyarakat OKU sudah lebih pintar menyikapi gejolak politik Pilkada, tidak lagi seperti dua kali Pilkada OKU terdahulu, kini sangat tenang dan belum bersikap reaktif meski tahapan sebentar lagi dimulai yang menunjukkan bahwa pemilih tidak bisa lagi dibodohi dengan propaganda.

Kalaupun ada perbedaan dukungan sudah selayaknya menjadikan masyarakat lebih maju dalam berpolitik. Masing-masing calon maupun tim pendukungnya juga diharapkan lebih bersikap arif dan bijaksana agar jangan sampai pemilih terpropokasi apalagi sampai tercerai berai akibat kepentingan sesaat.

"Pengalaman dua kali Pilkada OKU, berapa banyak keluarga yang tercerai berai karena beda dukungan, diharapkan Pilkada pada 9 Desember 2015 tidak seperti itu, silahkan masyarakat menilai mana calon yang sehati dengan mereka, prinsifnya dalam sebuah pertarungan setiap calon sudah pasti berusaha untuk menang," kata Kuryana.

Menurut dia, hal yang lebih penting adalah ketentraman dan rasa aman, damai di tengah rakyat adalah segalanya, sementara menang atau kalah risiko yang harus diterima oleh para calon.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026