
Kue maksuba diminati warga Palembang

Palembang (ANTARA Sumsel) - Kue maksuba salah satu makanan khas Palembang Sumatera Selatan, ternyata banyak diminati warga untuk persiapan hidangan perayaan Idul Fitri 2015.
Salah seorang pembuat kue maksuba, Ny Khodijah di Palembang, Selasa menjelaskan warga banyak berminat membeli kue maksuba, karena diyakini untuk dihidangkan sebagai bentuk penghormatan kepada kerabat dan tamu yang datang saat perayaan Idul Fitri.
Menurut dia, beragam makanan spesial biasanya disuguhkan pada saat Idul Fitri, seperti pempek, tekwan, celimpungan, laksan dan ketupat, namun yang selalu menjadi primadona warga Palembang dalam merayakan hari kemenangan setiap tahunnya adalah kue maksuba.
Sementara, cara membuat dan bahan maksuba hampir sama dengan lapis legit, yakni sebanyak 30 butir telur dicampur dengan satu kilogram gula dan vanili secukupnya dikocok secara terus-menerus sampai larut dan kenyal mengembang.
Selanjutnya, dicairkan margarine ke dalam wajan sampai meleleh, lalu dicampur satu kaleng susu kental manis aduk hingga rata sebagai adonan lapis maksuba.
Menurut dia, cara membuat maksuba memang diperlukan ketelitian dalam memanggang menggunakan bara api di atas oven, setiap sepuluh menit loyang dikeluarkan dari oven untuk diolesi adonan pelapis berulang kali selama tiga jam hingga matang.
Selain disajikan pada momen tertentu seperti Idul Fitri dan acara besar lainnya, maksuba memiliki cita rasa yang cukup khas, karena rasanya manis legit serta lembut membuat makanan khas itu menjadi hidangan favorit warga Palembang.
Ia mengaku, sudah sejak 20 tahun lalu menekuni usaha membuat kue maksuba, konsumennya beragam mulai dari dalam kota sendiri hingga dari luar daerah.
Sedikitnya 100 loyang maksuba mampu dikerjakan setiap musim lebaran dengan harga jual Rp200 ribu per loyang yang bisa meraih pendapatan puluhan juta rupiah melalui usaha rumahan ini, katanya.
Pewarta: Oleh Evan Ervani
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
