
BPS: Daya beli petani Sumsel turun

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan pada Januari 2015 mencatat bahwa daya beli petani di provinsi tersebut mengalami penurunan dibandingkan kondisi tahun dasar 2012.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Baehdi Ruswana di Palembang, Rabu mengatakan penurunan daya beli petani tersebut berdasarkan dari nilai tukar petani (NTP) pada Januari 2015 tercatat 97,58 persen.
Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, NTP Januari 2015 naik sebesar 0,08 persen yang disebabkan adanya penurunan indek harga diterima petani lebih rendah dibandingkan dengan penurunan indek harga dibayar petani secara umum.
Selanjutnya, nilai tukar usaha pertanian (NTUP) Sumsel Januari 2015 sebesar 102,60 persen, menandakan secara umum daya beli petani pada bulan tersebut lebih baik dibandingkan tahun dasar 2012.
Akan tetapi bila dibandingkan dengan Desember 2014, NTUP Januari 2015 turun sebesar 0,03 persen, katanya.
Dikemukakannya, berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 47 kecamatn tersebar pada 11 kabupaten/kota di Sumsel, NTP provinsi tersebut periode Januari 2015 sebesar 97,58 persen, menunjukkan daya beli petani secara umum menurun dibandingkan dengan daya beli pada tahun dasar 2012.
Hal itu, kata dia, ditunjukkan dengan NTP di bawah 100 persen. Bila dibandingkan dengan bulan Desember 2014, NTP Januari 2015 mengalami peningkatan sebesar 0,08 persen.
Nilai tukar usaha pertanian gabungan Sumsel pada Januari 2015 sebaliknya mengalami penurunan sebesar 0,03 persen.
Dijelaskannya, NTP berasal dari perbandingan indek harga diterima petani (It) terhadap indek harga dibayar petani (Ib). Sedangkan NTUP diperoleh dari perbandingkan indek harga diterima petani (It) terhadap indek dibayar petani (Ib), dimana kelompok Ib hanya terdiri atas biaya produksi dan penambahan barang modal (HPPBM).
Selanjutnya, penurunan nilai NTP Januari 2015 tersebut terjadi karena indek harga diterima petani secara umum mengalami penurunan lebih rendah dibandingkan penurunan indek harga dibayar petani.
Indek harga diterima petani secara umum pada Januari 2015 sebesar 113,24 persen atau turun 0,29 persen dibanding indek harga diterima petani Desember 2014.
Begitu pula indek harga dibayar petani pada Januari 2015 mengalami penurunan 0,37 persen.
Menurut Baehdi, penurunan indek harga dibayar petani terjadi pada kelompok konsumsi rumahtangga maupun pada kelompok HPPBM yaitu masing-masin 0,39 dan 0,26 persen.
Pewarta: Oleh Evan Ervani
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
