
Palembang dirikan layanan tangani dampak ISPU di 18 kecamatan

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), mendirikan layanan khusus penanganan dampak Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan paparan kabut asap yang tersebar di 18 wilayah kecamatan di kota setempat.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Jumat, mengatakan langkah ini diambil guna memitigasi risiko kesehatan masyarakat akibat memburuknya kualitas udara yang diselimuti kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia menegaskan seluruh fasilitas layanan kesehatan dan posko siaga di tingkat kecamatan diarahkan untuk merespons cepat keluhan kesehatan warga, terutama penyakit saluran pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa).
Ratu Dewa menjelaskan peningkatan kadar ISPU akibat kabut asap membutuhkan tindakan mitigasi yang merata hingga ke tingkat wilayah terbawah, selain membuka posko kesehatan di setiap kantor kecamatan dan puskesmas.
Pemerintah Kota Palembang juga membagikan masker secara gratis serta mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
"Monitoring kualitas udara melalui ISPU terus kita pantau secara berkala. Jika indeks menunjukkan kategori tidak sehat hingga berbahaya, penanganan di lapangan langsung bergerak, termasuk penyiapan tabung oksigen dan ruang pemulihan di fasilitas kesehatan setempat," tambahnya.
Pemkot Palembang juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta segera mendatangi posko atau fasilitas kesehatan terdekat di kecamatan masing-masing apabila mengalami gejala sesak napas atau gangguan kesehatan akibat kabut asap.
Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
