Logo Header Antaranews Sumsel

Ladang migas Conocophillips di Muba rawan pencurian

Kamis, 17 Juli 2014 23:05 WIB
Image Print
...Ladang migas dan pipa jalur distribusi milik perusahaannya sangat rawan sasaran "illegal tapping", sehingga pihaknya mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk melakukan pengamanannya...

Palembang (ANTARA Sumsel) - Ladang minyak dan gas bumi yang diusahakan perusahaan Conocophillips di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan rawan sasaran pelaku pencurian sindikat perdagangan minyak mentah secara tidak resmi atau "illegal tapping".

"Dalam tiga bulan terakhir ini saja, ladang minyak dan pipa distribusi kami di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengalami enam kali percobaan pencurian," kata Vice Presiden Development and Relation Conocophillips, Joang Laksanto seusai acara berbuka puasa bersama wartawan di Palembang, Kamis.

Menurut dia, ladang migas dan pipa jalur distribusi milik perusahaannya sangat rawan sasaran "illegal tapping", sehingga pihaknya mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk melakukan pengamanannya.

"Untuk melakukan pengamanan daerah operasional dan hasil migas, tidak mungkin mampu ditangani oleh petugas keamanan internal saja, mengingat jumlah personel yang dimiliki terbatas dan daerah operasional yang cukup luas," ujarnya.

Untuk mendapat dukungan pengamanan dari masyarakat di daerah sekitar operasional, pihaknya berupaya melakukan pembinaan melalui program kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan seperti pemberdayaan ekonomi, menumbuhkan jiwa kewirausahaan pemuda setempat, dan penyaluran bantuan biaya pendidikan.

Kemudian pihaknya berupaya mendapat dukungan dari aparat keamanan secara maksimal dengan menjalin kerja sama dengan pihak Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya karena ladang migas yang dikelola Conocophillips merupakan aset negara, katanya.

Selain itu, Joang juga mengharapkan bantuan dari para wartawan untuk mempublikasikan kepada masyarakat luas mengenai bahaya dampak kegiatan pencurian minyak mentah.

Akibat pencurian minyak mentah dengan cara memotong pipa distribusi yang dilakukan masyarakat di kawasan Kabupaten Muba selama ini, dapat menimbulkan ledakan dan kebakaran hebat yang bisa mengancam keselamat jiwa pelaku dan masyarakat di sekitar lokasi pencurian, serta pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak mentah.

Dengan gencarnya berita yang disebarluaskan melalui berbagai media cetak dan elektronik mengenai dampak negatif dai aksi pencurian minyak itu, serta dukungan dari semua pihak, diharapkan aksi "illegal tapping" di daerah operasional Conocophillips wilayah Kabupaten Muba dapat diberantas, kata Joang.

Sementara sebelumnya Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan, jajarannya terus mengintensifkan operasi penertiban pencurian minyak mentah yang marak terjadi akhir-akhir ini.

"Operasi penertiban pencurian minyak mentah (illegal tapping) di provinsi ini akan diintensifkan untuk mencegah pencurian dan mempersempit ruang gerak pendistribusian hasil curian para pelaku," ujarnya.

Operasi "illegal tapping" yang digelar jajaran Polda Sumsel dalam beberapa bulan terakhir berhasil mengamankan sejumlah mobil truk yang memuat ribuan liter minyak mentah dan beberapa tersangkanya.

Untuk menghentikan aksi "illegal tapping", pihaknya juga mengharapkan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat agar melaporkan kepada petugas terdekat jika mengetahui atau mencurigai di daerah tempat tinggalnya terjadi aksi pencurian minyak mentah.

Aksi pencurian minyak mentah terjadi di tengah-tengah masyarakat, tanpa ada dukungan dari seluruh lapisan masyarakat tindak kejahatan tersebut sulit diberantas secara tuntas, ujarnya.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026