Logo Header Antaranews Sumsel

Lonsum kerahkan buruh perempuan hadang pemblokiran jalan

Jumat, 16 Mei 2014 09:13 WIB
Image Print
Warga memblokir Jalan (Foto Antarasumsel.com/14/Nur M)

Musirawas Utara(ANTARA Sumsel) - Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT London Sumatera di Kabupaten Musirawas Utara, mengerahkan massa tandingan berupa buruh harian lepas yang terdiri atas perempuan untuk menghadang ratusan warga yang menutup akses jalan perusahaan tersebut.

"Tindakan PT London Sumatera (Lonsum) itu kurang terpuji dan bertujuan menakut-nakuti aksi massa dari beberapa desa sekitar perusaan yang menuntut pembuatan kebun plasma," kata koordinator massa di Kecamatan Rawas Ilir Indra Gunawan saat dihubungi, Jumat.

Ia mengatakan pemblokadean jalan perusahaan itu kembali dilakukan setelah tuntutan warga akan kebun plasma belum dipenuhi perusahaan tersebut.

"Kami tidak akan berhenti melakukan aksi penutupan jalan perusahaan itu sebelum tuntutan pembuatan kebun plasma ratusan warga dikabulkan," katanya.

Akses jalan yang diblokade ratusan massa itu berada di kawasan BM 1, sehingga seluruh kendaraan perusahaan tidak bisa melewati jalan tersebut dan harus memutar arah.

Untuk menghadang meluasnya pemlokadean jalan itu, perusahaan menurunkan sekitar 300 orang buruh wanita terdiri atas ibu-ibu, dengan pembayaran Rp153.600 per hari tambah nasi bungkus.

Sedangkan upah buruh harian lepas para ibu itu hanya dibayar perusahaan Rp76.800 per hari.

Sebenarnya ibu-ibu itu tidak mau melakukan aksi tersebut karena selama ini perusahaan mempekerjakan buruh wanita hanya lima sampai sepuluh hari kerja per bulan.

Bila dilihat dari penghasilan perusahaan dan aturan upah minimum regional para buruh harian itu bisa dipekerjakan mencapai 20 hari per bulan dengan upah rata-rata Rp100.000 per hari.

Kepala Polisi Resor Musirawas AKBP Chaidir mengaku telah menyiagakan petugas di lapangan, disamping pengamanan bagi perusahaan juga mengantisipasi terjadinya aksi anarkis.

Meskipun hingga saat ini situasi di wilayah itu masih kondusif, tapi bisa saja aksi massa beringas bila ada provokator menyulut kemarahan mereka," katanya.

Manajemen PT Losum di Musirawas Utara (Muratara) hingga saat ini tidak bisa dihubungi karena sulitnya signal telepon genggam di wilayah itu.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026