Logo Header Antaranews Sumsel

BPBD OKU imbau warga siaga bencana

Kamis, 23 Januari 2014 20:07 WIB
Image Print
Ratusan rumah warga OKU terendam banjir (Foto Antarasumsel.com/14/E Permana)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengimbau warga di tiga kecamatan yakni Kecamatan Ulu Ogan, Peninjauan dan Baturaja Timur untuk selalu waspada terhadap bencana banjir dan longsor.

"Ketiga kecamatan tersebut masuk kategori rawan bencana sehingga diimbau masyarakatnya supaya selalu waspada, mengingat tingginya intensitas hujan yang turun dalam beberapa pekan terakhir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ulu (OKU), M Nasir di Baturaja, Kamis.

Dikatakannya, untuk Kecamatan Ulu Ogan, ada tiga desa yang masuk kategori rawan longsor yakni, Desa Mendingin, Pedataran dan Belandang.

"Sedangkan dua Kecamatan lainnya yakni Peninjauan dan Baturaja Timur merupakan daerah rawan banjir," katanya.

Menurut Nasir, ada berbagai faktor penyebab terjadinya banjir di dua Kecamatan tersebut, antara lain derasnya arus sungai di kawasan perbukitan yang menyebabkan debit air Sungai Ogan menjadi naik.

Selain itu, pembukaan lahan baru untuk pertanian serta buruknya drainase atau saluran air di daerah tersebut juga menjadi faktor penyebab banjir," ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya korban jiwa dalam setiap bencana, pihaknya setiap hari melakukan pemantauan perkembangan debit air di kawasan yang masuk kategori rawan, guna meminimalisir terjadinya banjir dan tanah longsor.

"Jika terjadi musibah banjir atau tanah longsor yang terbilang besar dan darurat, maka kami segera berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sumsel dan Pusat. Namun jika masih kategori ringan akan melakukan penanganan sendiri," kata Nasir.

Sementara, informasi dihimpun Antara di Sumsel terdapat beberapa daerah sudah dilanda banjir antara lain, sebagian wilayah Kabupaten OKU, OKU Timur, Ogan Komering Ilir, Musibanyuasin dan Musirawas.
(E Permana)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026