Logo Header Antaranews Sumsel

Cegah banjir, Polrestabes Palembang inisiasi gotong royong bersihkan drainase

Rabu, 29 April 2026 16:55 WIB
Image Print
Personel Polrestabes dan DLH Palembang saat gotongroyong di Kawasan Masjid Jami'Al Hidayah, Palembang. ANTARA/HO-Polrestabes Palembang

Palembang (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang, Sumatera Selatan, menjalankan program gotong royong untuk mencegah potensi banjir pemukiman warga di wilayah itu.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Mahar Budi Adityawan, di Palembang, Rabu, mengatakan program tersebut merupakan upaya nyata kepolisian dalam menginisiasi kepedulian terhadap lingkungan.

Langkah preventif ini mendesak dilakukan mengingat intensitas hujan yang tinggi seringkali memicu genangan di sejumlah titik strategis.

Dalam gotong royong itu, pihaknya fokus pada pembersihan saluran air dan drainase yang tersumbat sedimentasi serta sampah plastik. Apabila aliran air lancar, risiko genangan saat hujan deras dapat diminimalkan.

"Kami bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang dalam menjalankan gotong royong ini," katanya.

Ia menyebutkan kegiatan itu telah dimulai sejak Minggu (26/4) di kawasan Masjid Jami'Al Hidayah, Jalan Demang Lebar Daun, Lorong Lebak Pakis, Kota Palembang.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan supaya lingkungan tetap terjaga kebersihannya.

Sebelumnya, Kota Palembang dilanda banjir usai hujan sekitar dua jam sejak pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB, Selasa (21/4).

Banjir mencapai ketinggian lutut orang dewasa di sejumlah kawasan seperti di Jalan KM 5 Palembang, Jalan Kapten Arivai, hingga simpang lampu merah Polda Sumsel.

Pemkot Palembang di bawah kepemimpinan Wali Kota Ratu Dewa, terus berupaya melakukan penanganan banjir.

Selain penanganan jangka pendek, Pemkot Palembang tengah menyiapkan strategi jangka panjang melalui program Pengendalian Banjir Sistem Sungai Bendung yang bersinergi dengan Kementerian PU dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII.

Program tersebut mencakup normalisasi dan perkuatan tebing sepanjang 5 kilometer di Sungai Bendung serta anak-anak sungainya, seperti Sungai Parit, Seduduk, dan IBA. Selain itu, akan dilakukan optimalisasi kolam retensi dan pemasangan pompa air.

Pekerjaan fisik jangka panjang ini diproyeksikan mulai berjalan awal Juni 2026.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026