
Ini 11 lokasi rawan banjir di Palembang, jadi prioritas pemkot

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menetapkan 11 lokasi rawan genangan sebagai prioritas penanganan, guna mempercepat penanggulangan banjir di wilayah setempat.
Kepala Dinas PUPR Kota Palembang Yudha Fardyansah di Palembang, Jumat, mengatakan langkah tersebut merupakan instruksi langsung Wali Kota Palembang agar mitigasi dampak cuaca ekstrem dilakukan secara sigap dan terukur.
"Permasalahan banjir ini kompleks. Selain faktor cuaca dan pasang air Sungai Musi, penyebab utama genangan didominasi oleh sedimentasi dan tumpukan sampah yang memicu penyempitan saluran air," katanya.
Ia menjelaskan dari 11 lokasi prioritas yang ditetapkan, lima titik di antaranya telah berhasil ditangani melalui normalisasi saluran air yang tersumbat.
Petugas di lapangan bahkan disiagakan hingga malam hari untuk memastikan aliran air tetap lancar saat intensitas hujan meningkat.
Salah satu fokus utama, yakni perbaikan penahan air di Kolam Retensi Simpang Polda yang sempat jebol pada Selasa (21/4).
Kerusakan tersebut sebelumnya mengakibatkan genangan di kawasan Jalan Demang Lebar Daun menjadi lebih parah.
"Saat ini penahan air yang jebol sudah selesai diperbaiki. Kami juga berkolaborasi dengan Balai Jalan Nasional untuk normalisasi crossdrain di kawasan cekungan depan DA Km 7 yang sempat terhambat oleh utilitas dan sampah," katanya.
Selain penanganan jangka pendek, Pemkot Palembang sedang menyiapkan strategi jangka panjang melalui program Pengendalian Banjir Sistem Sungai Bendung yang bersinergi dengan Kementerian PU dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII.
Program tersebut mencakup normalisasi dan perkuatan tebing sepanjang lima kilometer di Sungai Bendung serta anak-anak sungainya, seperti Sungai Parit, Seduduk, dan IBA.
Selain itu, akan dilakukan optimalisasi peranan kolam retensi dan pemasangan pompa air.
"Pekerjaan fisik jangka panjang ini diproyeksikan mulai berjalan awal Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir 2027," ujarnya.
Berdasarkan data Dinas PU PR, 11 lokasi fokus penanganan banjir di Palembang beserta kendala utamanya, antara lain Simpang Polda dan UIGM penyempitan aliran di crossdrain bawah flyover, Jln Basuki Rahmat (Bank Sinarmas) karena pasang air Sungai Musi, Jln Kol H Burlian (Palimo dan Siti Fatimah) karena sedimentasi dan sampah.
Selain itu, Jln Mayor Ruslan (Kolam IBA) karena penyempitan aliran (bottleneck), Jln Demang Lebar Daun (RS Siti Khodijah) karena kendala bangunan di sempadan sungai, Jln Kapt A Rivai dan Angkatan 45 karena kapasitas saluran tidak memadai dan kendala utilitas.
Selain itu, Kambang Iwak Besak karena sedimentasi tinggi.l, Jln Kol H Burlian (Damri dan Cekungan DA) karena masalah sampah dan saluran bawah jalan.l, Jln Asrama Haji karena penyempitan pintu masuk air, dan Jln RA Rozak (Kumbang) karena tingginya sedimen saluran.
Pemkot Palembang juga mengerahkan personel gabungan dari Dishub, Satpol PP, BPBD, hingga tingkat kecamatan untuk bersiaga di lapangan guna membantu aktivitas masyarakat saat terjadi genangan.
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
