Logo Header Antaranews Sumsel

BKKBN Sumsel perkuat kerja sama antarlembaga

Minggu, 12 Januari 2014 16:42 WIB
Image Print
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) ( Antarasumsel.com/logo/Ist)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Selatan memperkuat kerja sama antarlembaga dalam mengejar target Millennium Development Goals tahun 2015.

"BKKBN tidak bisa bekerja sendiri untuk mempercepat pencapaian target apalagi waktu yang tersisa tinggal satu tahun lagi. Jika tidak dibantu oleh lembaga lain maka akan sulit," kata Kepala Bidang Advokasi, Informasi, dan Komunikasi BKKBN Sumsel Mukminin di Palembang, Minggu.

Menurutnya, sinergi program dengan berbagai lembaga yang menjadi mitra kerja selama ini harus dilakukan karena tugas dalam satu tahun ke depan terbilang berat mengingat target MDGs telah menjadi komitmen para pemimpin-pemimpin dunia.

Indonesia sendiri akan terkena sanksi jika gagal mencapai target MDGs itu, diantaranya mengurangi lebih dari separuh orang menderita akibat kelaparan, menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya, mengentaskan kesenjangan jender pada semua tingkat pendidikan, mengurangi kematian anak balita hingga 2/3, dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih.

Untuk itu, BKKBN Sumsel akan mempelajari ulang bentuk kerja sama yang telah terjalin dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta pada beberapa tahun lalu.

Kerja sama yang sempat tercetus dan diresmikan dalam nota kesepahaman itu diantaranya dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel, Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta, Universitas Sriwijaya, hingga pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se-Sumsel.

"BKKBN telah menyiapkan beberapa program baru untuk memperbaharui bentuk kerja sama terdahulu yang bertujuan mengakselerasi capaian program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB)," kataya.

Perbaruan kerja sama ini sendiri akan menerima masukan dan kritik dari berbagai pihak agar program BKKBN pada tahun 2014 ini mempunyai nilai lebih dibandingkan sebelumnya.

Saat ini masalah kependudukan menjadi isu penting terutama yang berkaitan dengan aspek pengendalian penduduk, peningkatan kualitas penduduk, dan pengarahan mobilitas penduduk.

Sementara, hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012 menunjukkan angka yang relatif tinggi untuk TFR yang tidak menurun atau tetap menunjukkan angka 2,6 untuk secara nasional, sementara target 2015 yakni 2,1.

Sumsel sendiri, mendapat tantangan berat untuk menggapai target MDGS itu mengingat data terakhir daerah menyatakan persentase Total Fertility Rate/TFR (angka rata-rata wanita usia subur yang melahirkan anak) mengalami kenaikan dari 2,7 menjadi 2,8.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026