Logo Header Antaranews Sumsel

BPK dorong efisiensi kinerja perbankan

Jumat, 1 November 2013 09:03 WIB
Image Print
Ilustrasi - Acara pertemuan perbankan. (Foto Antarasumsel.com/Dolly Rosana)
...Efisiensi yang diukur adalah bersifat teknis bukan ekonomis, artinya analisis DEA hanya memperhitungkan nilai absolut dari variabel...

Jakarta (ANTARA Sumsel) - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendorong adanya efisiensi dan akuntabilitas kinerja perbankan khususnya bank BUMN melalui peningkatan wawasan dengan mengenalkan metode Data Envelopment Analysis (DEA).

Anggota BPK Bahrullah Akbar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menjelaskan karakter pengukuran efisiensi dengan metode DEA untuk peningkatan kinerja, memiliki konsep yang berbeda dengan efisiensi pada umumnya.

"Efisiensi yang diukur adalah bersifat teknis bukan ekonomis, artinya analisis DEA hanya memperhitungkan nilai absolut dari variabel," katanya.

Bahrullah menjelaskan efisiensi merupakan salah satu parameter yang mendasari seluruh kinerja sebuah organisasi dan kemampuan menghasilkan output yang maksimal dengan input yang ada, adalah merupakan ukuran kinerja yang diharapkan.

"Pada saat pengukuran efisiensi dilakukan, bank dihadapkan pada kondisi bagaimana mendapatkan tingkat output yang optimal dengan tingkat input yang ada, atau mendapatkan tingkat input yang minimum dengan tingkat output tertentu," katanya.

Untuk itu, menurut dia, dengan adanya upaya efisiensi melalui pemisahan antara unit dan harga ini, dapat diidentifikasi berapa tingkat efisiensi teknologi, efisiensi alokasi, dan total efisiensi.

"Melalui identifikasi alokasi input dan output, juga dapat dianalisa lebih jauh untuk melihat penyebab ketidakefisiensian," kata Bahrullah.

Pada sektor perbankan lazimnya evaluasi tingkat kesehatan perbankan diukur menurut ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, mengacu pada unsur modal, kualitas aset, manajemen, pendapatan dan likuiditas.

Saat ini terdapat 120 bank yang beroperasi di Indonesia yang terdiri dari Bank BUMN, Bank Pembangunan Daerah, Bank Umum Swasta Nasional, Bank Campuran, dan Bank Asing. Bank BUMN terdiri dari Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BTN.

Meskipun hanya berjumlah empat bank dari 120 bank yang beroperasi di Indonesia, namun bank BUMN telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi industri perbankan karena memberikan dividen sebesar Rp7,5 triliun atau setara 780 juta dolar AS pada 2012.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026