
Walhi Sumsel ingatkan Pemda atasi banjir

Palembang (ANTARA Sumsel) - Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Selatan mengingatkan pemerintah daerah di provinsi setempat harus segera membuat program yang mampu mengatasi penyebab terjadinya bencana banjir pada setiap musim hujan.
"Pemda di 15 kabupaten/kota terutama yang wilayahnya sering terkena banjir harus membuat program yang bisa mencegah terjadinya bencana ekologi itu," kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel Anwar Sadat di Palembang, Jumat.
Banjir yang sekarang ini mulai melanda di sejumlah kabupaten/kota Sumsel penyebab utamanya karena ulah manusia dan hanya sebagian kecil disebabkan faktor alam.
Sejumlah daerah resapan air sekarang ini kurang berfungsi dengan baik karena rendahnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya sehingga kegiatan pengerusakan dan pencemaran lingkungan terkesan dibiarkan saja.
Hutan yang berfungsi menjadi daerah resapan air hujan kini banyak gundul akibat aksi penebangan liar (illegal logging), begitu juga lahan rawa dan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai daerah resapan air kini banyak ditimbun untuk dibangun perumahan, gedung perkantoran dan kepentingan lainnya.
Kemudian sungai yang menjadi saluran pembuangan air utama kurang dijaga kebersihannya sehingga terjadi pendangkalan dan dipenuhi sampah yang bisa menyumbat aliran air, katanya.
Menurutnya, program yang mampu mengatasi penyebab terjadinya bencana ekologi seperti banjir dan tanah longsor harus segera digalakkan pemerintah daerah setempat sehingga masyarakat tidak selalu menjadi korban ulah segelintir orang atau kelompok tertentu yang menjadi "penjahat lingkungan".
Beberapa program yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadi bencana ekologi itu seperti menghentikan penimbunan rawa, menambah ruang terbuka hijau, normalisasi sungai, dan program reboisasi.
Mengenai program reboisasi atau menghutankan kembali hutan yang rusak akibat aksi penebangan liar merupakan program utama yang perlu dilakukan karena fungsi hutan perlu kembali dimaksimalkan.
"Hutan perlu dikembalikan lagi fungsinya sebagai gudang penyimpan air dan tempat penyerapan air hujan, sehingga air hujan yang berlimpah dapat disimpan di dalam tanah dan tidak langsung mengalir mengakibatkan meluapnya sungai dan banjir seperti terjadi di beberapa daerah sekarang ini.
Selain itu, dengan berfungsinya hutan dengan baik, beberapa wilayah Sumsel yang berada di dataran tinggi dan kawasan pegunungan tidak mudah tererosi sehingga jika turun hujan lebat bisa dihindari atau paling tidak diminimalisir potensi terjadinya bencana tanah longsor, katanya. (ANT-Y009)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
