Walhi: Krisis iklim semakin nyata picu suhu panas di kota-kota besar

id perdagangan karbon,perubahan iklim,walhi ,bumi panas,efek rumah kaca,cuaca ekstrem,produksi karbon,negara industri maju

Walhi: Krisis iklim semakin nyata picu suhu panas di kota-kota besar

Ilustrasi: Api keluar dari cerobong pada Perusahaan Pemurnian dan Petrokimia Nasional Alexandria (ANRPC) sepanjang jalan raya Alexandria, Mesir. ANTARA FOTO/REUTERS/Amr Abdallah Dalsh/djo

Jakarta (ANTARA) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengatakan krisis iklim semakin nyata membuat kota-kota besar merasakan suhu panas dan beberapa daerah pesisir mulai tenggelam, sehingga butuh mitigasi perubahan iklim dengan mengurangi pelepasan karbon.
 
"Penyebab utama bumi semakin panas adalah pelepasan karbon yang berlebihan, sehingga bumi tidak mampu menyerapnya. Maka solusinya mengurangi pelepasan karbon," ujar Deputi Internal Walhi Muhammad Islah pada diskusi perdagangan karbon di Jakarta, Jumat.
 
Selama tiga abad terakhir, lanjutnya, umat manusia telah melepaskan karbon dengan jumlah yang sangat besar melebihi kemampuan bumi untuk menyerap. 
 
Ketika karbon yang dilepas terlalu besar dan bumi tidak mampu menyerapnya, maka jumlah karbon yang besar tersebut menyelubungi bumi menyebabkan panas matahari terhalang yang disebut efek rumah kaca.
 
"Proses pelepasan karbon yang sangat besar terjadi dalam 300 tahun terakhir dan para ahli menyebutnya pasca-revolusi industri, yaitu proses semakin cepat dan kerusakan juga semakin cepat kita rasakan," ucapnya.