
Gubernur tanggapi protes kontingen Pon XVIII

....Lapangannya sungguh tidak layak untuk pertandingan taraf nasional. Kalau pemain dipaksakan bermain, sangat rentan terjadi cedera....
Pekanbaru (ANTARA Sumsel) - Gubernur Riau HM Rusli Zainal menyatakan akan menanggapi protes kontingen Provinsi Papua, yang mengeluhkan kondisi memprihatinkan Stadion Narasinga sebagai tempat pertandingan penyisihan cabang olahraga sepak bola PON XVIII.
"Saya akan pelajari secara teknis, mungkin tidak seluruhnya yang dikeluhkan (Papua) itu tak bisa dibenahi secepatnya," kata Rusli Zainal kepada ANTARA di Pekanbaru, Jumat.
Rusli mengaku belum memahami isi surat protes kontingen Papua terkait kondisi stadion di Kabupaten Indragiri Hulu itu. Karena itu, ia juga tak bisa memastikan kondisi terakhir di stadion itu benar-benar tidak layak pakai untuk pertandingan PON, sehingga harus dipindahkan.
"Makanya saya akan cek dulu, yang penting kondisi stadion tidak sampai ganggu fungsinya untuk pertandingan. Lagipula kita masih banyak lapangan lainnya untuk digelarnya pertandingan," ucapnya.
Secara terpisah, Sekretaris Tim Pengawas dan Pengarah dari KONI, Erman Samusi mengatakan belum bisa mengambil keputusan terkait protes kontingen Papua. Ia berjanji keputusan untuk mencari solusi tersebut akan diumumkan sebelum pertandingan penyisihan sepak bola dimulai pada tanggal 5 September.
"Secepatnya akan kami putuskan, masih ada waktu sebelum pertandingan," tukasnya.
Sebelumnya, tim sepak bola Papua melayangkan surat protes kepada Panitia Besar (PB) PON Riau terkait kondisi Stadion Narasinga, Kabupaten Indragiri Hulu. Wakil Manajer Tim Sepak Bola Papua, Nico Dino mengatakan kondisi lapangan Stadion Narasinga sangat tidak layak untuk menggelar pertandingan taraf nasional.
Sebabnya, kondisi tanahnya terlalu keras, permukaan tak rata, rumput tidak dipasang sempurna, dan beberapa permukaan berlubang. Selain itu, ia mengatakan tempat ganti pemain dan tribun penonton juga masih belum rampung dibangun.
"Lapangannya sungguh tidak layak untuk pertandingan taraf nasional. Kalau pemain kami dipaksakan bermain, sangat rentan terjadi cedera," keluh Nico pada Kamis (30/8).
Karena itu, ia mengatakan kontingen Papua berharap PB PON segera mengambil keputusan untuk memindahkan lokasi pertandingan. Stadion tersebut rencananya akan menjadi tempat pertandingan penyisihan sepak bola pool A yang akan mempertemukan tim Papua, Jambi, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat.(T.F012/Ant)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
