
Walhi sesalkan bentrokan petani dengan polisi

....Akibat bentrokan itu, dua orang meninggal dunia dan puluhan petani luka-luka terkena tembakan polisi....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Selatan Hadi Jatmiko menyesalkan terjadinya bentrokan antara petani Kabupaten Ogan Ilir dengan aparat kepolisian yang sedang mengamankan lahan sengketa PT Perkebunan Nusantara VII.
"Akibat bentrokan itu, dua orang meninggal dunia dan puluhan petani luka-luka terkena tembakan polisi," kata Hadi Jatmiko yang sedang mendampingi petani Ogan Ilir di Palembang, Jumat malam.
Mengenai nama dan jumlah pasti korban akibat bentrokan yang terjadi di Desa Limbang Jaya, Jumat (27/7) sekitar pukul 16.00 WIB itu, masih dilakukan pengecekan di lapangan.
Sebelumnya, Direktur Walhi Sumsel Anwar Saddat meminta aparat kepolisian yang mengamankan lokasi sengketa tanah di Kabupaten Ogan Ilir untuk menyetop tindakan yang mengarah kepada intimidasi petani.
Tindakan aparat kepolisian melakukan penggerebekan rumah tokoh masyarakat dan pemanggilan petani, baik sebagai saksi maupun tersangka dalam kasus sengketa lahan dengan PT Perkebunan Nusantara VII beberapa hari terakhir cukup meresahkan dan membuat petani takut.
Jika kondisi tersebut terus berlangsung, dikhawatirkan bisa terjadi dua kemungkinan, pertama petani berhenti melakukan gerakan perjuangan mendapatkan kembali tanah mereka seluas 15 ribu hektare dan kedua bisa jadi masyarakat yang tertindas berbalik melakukan perlawanan.
"Seandainya sampai terjadi bentrokan hebat dan menimbulkan korban jiwa, siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang dipersalahkan," ujar Saddat.
Apa yang dikhawatirkan sebelumnya oleh Direktur Walhi Sumsel itu, ternyata terjadi pada Jumat ini dan aktivis Walhi bersama Tim Advokasi Hukum dan Pencari Fakta Cinta Manis akan terus mendampingi petani mengusut tuntas kasus bentrokan tersebut, kata Hadi Jatmiko menambahkan.
Sementara Kepala Bidang Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod mengatakan, bentrokan yang terjadi di Ogan Ilir sudah bisa dikendalikan dan sekarang ini kondisi keamanan di lokasi kejadian sudah kondusif.
Bentrokan diduga terjadi karena warga menghadang aparat kepolisian yang sedang bertugas di sekitar kawasan tempat kejadian tersebut, kata Djarod. (Y009)
Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
