
DPRD Sumsel sarankan warga transmigrasi yang demo pulang

Palembang, (ANTARA News) - Anggota DPRD Sumatera Selatan menyarankan agar warga transmigrasi dari Kabupaten Ogan Ilir yang melakukan demo, sejak Senin (16/1) dan sempat menginap di PD Prodexim supaya pulang ke daerah mereka masing-masing.
"Kalau kita menyarankan pulang saja," kata Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Erza Saladin ketika ditanya mengenai warga transmigrasi yang sempat bertahan di gedung dewan dan pada Senin malam diinapkan di PD Prodexim di Palembang, Selasa.
Menurut dia, mereka sudah melakukan rapat dengan masyarakat, dan dewan juga minta melalui pimpinan DPRD untuk memasuki agenda pembahasan lahan warga transmigrasi itu.
Nanti, persoalan lahan transmigrasi ini akan dimasukkan ke dalam agenda rapat koordinasi mengenai lahan di Pemprov Sumsel, pada 20 Januari 2012, katanya.
Ia mengatakan, sebenarnya untuk kasus lahan transmigrasi ini sederhana saja, orang mau transmigrasi tentu sudah ada perjanjian yang mengirim dan menerima.
Yang menerima tentunya sudah jelas peruntukkan lahannya dimana, kemudian berapa luasnya dan tentunya telah ada ketentuan setiap kepala keluarga ditransmigrasikan semua dokumen pasti ada, karena itu dikembalikan kepada proses tersebut.
Mengenai lahan transmigrasi itu sendiri, ia menjelaskan, yang dia ketahui lahan dikuasai PT IAL merupakan lahan transmigrasi, sedangkan lahan terindikasi diduga dikuasai secara personal lokasi kota terpadu mandiri berseberangan saja lahannya.
Sementara itu, warga transmigrasi Tanjung Bulai, Ogan Ilir, Katmadi mengharapkan, persoalan lahan itu supaya cepat diselesaikan, karena selama ini mereka sudah terlantar, sebab lahan yang dijanjikan sampai sekarang belum diberikan.
"Saya buruh harian di perusahan-perusahaan yang dekat dengan lahan transmigrasi," ujarnya.
Ia menuturkan, pada awal kedatangan mereka sebagai warga transmigrasi ada kerja sama bupati di sini dengan Bupati Pacitan yang menyatakan ada lahan sawit seluas 30 ribu ha, dan mereka juga memegang surat-surat tersebut.
Sejak sampai di daerah transmigrasi di Ogan Ilir mereka hanya mendapat lahan seluas satu hektare, dan seperempat lahan pekarangan rumah, padahal seharusnya lahan yang diterima seluas dua hektare seperempat.
Lahan satu hektare yang diberikan itu sudah ditanaminya dengan kelapa sawit dan sekarang telah berumur sembilan bulan, sementara satu hektare lagi sedang diperjuangkan di DPRD Sumsel ini, jelasnya.
Ia juga mengakui, sempat menginap di PD Prodexim pada Senin malam (16/1).
Sementara itu, Ketua DPRD Sumsel, Wasista Bambang Utoyo menyatakan, mungkin apa yang dilakukan warga transmigrasi itu sudah titik akhir.
Berdasarkan pantauan, warga transmigrasi itu membawa perlengkapan untuk masak termasuk membawa bahan makanan seperti beras, termasuk kayu bakar untuk memasak.
Informasi yang diperoleh di lapangan, rencananya warga transmigrasi itu akan pulang ke Ogan Ilir pada Selasa sore ini, dan kendaraan juga telah disiapkan di halaman gedung rakyat tersebut untuk mengangkut mereka.(ANT/KR-SUS)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
