Makassar (ANTARA) - Keluarga almarhum Bripda DP mengharapkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) mengungkap kasus kematiannya serta memproses hukum para pelakunya, usai menjadi korban dugaan tindakan kekerasan disertai penganiayaan diduga dilakukan seniornya, di Asrama Polisi Polda Sulsel sampai akhirnya meninggal dunia.
"Kami harap ini diproses. Meminta keadilan. Apabila ada penganiayaan, kami serahkan ke penyidik Polda untuk mengungkap tuntas siapa pelaku penganiaya," kata ayah korban Aipda H Jabir di ruang tunggu Biddokkes Polda Sulsel Rumah Sakit Bayangkara, Jalan Kumala Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu malam.
Dari informasi diterima, korban diduga mengalami penganiayaan seniornya di asrama polisi berada dalam area Kantor Polda Sulsel pada Minggu (22/2/2026) usai salat subuh, setelah sahur. Belum diketahui apa penyebab penganiayaan itu.
Jabir mengatakan, sebelum kejadian itu sempat berkomunikasi dengan anaknya beserta ibunya melalui telepon. Rencananya, akan dibawakan makanan bebek Palleko khas Pinrang sekaligus motornya diantarkan hari ini.
"Kemarin saya juga telepon untuk kasih naik motornya (diantarkan ke Polda). Dia juga chat ibunya, karena mau dibawakan Palleko dari Pinrang makan sama seniornya. Dia chat ibunya jam lima subuh, tapi saat di balas jam enam, sudah tidak ada jawaban," tuturnya bersedih.
Merasa ada sesuatu, lanjut Jabir menceritakan, berusaha menelepon anaknya namun tidak direspons, kemudian menghubungi rekan angkatannya dimana posisi anaknya. Namun dijawab dengan alasan masih tidur.
"Sempat saya hubungi temannya, tapi temannya beralasan semua masih tidur, saya minta dikasih bangun. Ternyata, dia (korban) barusan tidak tidur di baraknya. Dia tidur di kamar Danton (komandan pleton) waktu kejadian, dibangunkan dia. Dia dapat di kamar Danton (sudah) tergeletak," ucapnya lirih.
Kabar duka itu baru diterima sekitar pukul 07.00 WITA saat hendak tidur, setelah mendapat telepon dari letting-nya bahwa anaknya sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya. Awalnya dikabarkan sakit, namun ia tidak percaya sebab anaknya kemarin baik-baik saja.
Saat tiba di RSUD Daya, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan awal, tubuh korban mengalami memar dan sempat mengeluarkan darah dari mulutnya. Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban di bawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk kepentingan visum dan otopsi
"Semenjak di sini (RS Daya) keluar darah terus dari mulut, dan indikasi ada yang mengatakan dibenturkan kepalanya, tapi tidak ada benturan di kepalanya. Tidak ada luka di kepala. Kalau memang murni di pukul kepala, pasti ada luka, tapi ini darah keluar dari mulut," tuturnya lagi
Keluarga Bripda DP desak Propam ungkap kasus kematian di Asrama Polisi Polda Sulsel
Senin, 23 Februari 2026 5:19 WIB
Ayah korban Aipda H Jabir menyampaikan keterangan pers terkait kasus dugaan kekerasan disertai penganiayaan terhadap anaknya Bripda DP di Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel di ruang tunggu Biddokkes Polda Sulsel Rumah Sakit Bayangkara, Jalan Kumala Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (22/2/2025) malam. (ANTARA/Darwin Fatir)
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Dolly Rosana
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dua petinggi swasta dituntut 7-9 tahun penjara di kasus rumah DP Rp0
06 December 2024 16:41 WIB, 2024
Polda Sumsel tangkap DPO kasus pembunuhan sadis berencana ASN PUPR
06 September 2021 15:16 WIB, 2021
Bunuh dan mutilasi pacarnya, Prada DP divonis hukuman seumur hidup
26 September 2019 13:04 WIB, 2019
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kasus penganiayaan balita di Banda Aceh: Tiga pengasuh Daycare jadi tersangka
30 April 2026 7:28 WIB