Palembang (ANTARA) - Sebanyak 1.836 polisi disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono mengatakan terdapat empat kelompok mahasiswa yang melakukan unjuk rasa, yaitu Cipayung Plus, BEM Sumsel, Dema UIN RF Palembang, dan Aliansi Mahasiswa Sumsel.
Keempatnya akan terbagi dalam 3 sesi dari pukul 08.00 WIB hingga sesi terakhir pada pukul 13.00 WIB. Aksi akan dilakukan di 2 titik, yaitu Simpang 5 DPRD Sumsel dan Mapolda Sumsel.
Pihaknya menerjunkan sebanyak 1.836 personel guna mengawal dan mengamankan dan juga mengantisipasi adanya penyusup pada aksi tersebut.
Kapolrestabes Palembang juga mengimbau mahasiswa untuk menggunakan identitas kelompoknya. Hal ini untuk menghindari penyusup yang tidak bertanggung jawab.
"Kami berharap rekan-rekan yang akan datang aksi dapat memakai sebuah identitas. Dengan demikian, penyampaian pendapat tetap terkawal tanpa adanya penyusup yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Ia berharap mahasiswa dapat menyampaikan pendapat dengan sebaik-baiknya. Aksi damai itu diharapkan tidak berakhir ricuh seperti yang terjadi di kota lainnya.
"Cintailah Palembang dan Indonesia sebaik-baiknya, dengan demikian kota kita tidak akan terganggu rangka kehidupan sosialnya, seperti yang terjadi kota-kota lain," kata Harryo.