Jakarta (ANTARA) - Direktur Investasi & Pengembangan Bisnis PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Dannif Utojo Danusaputro mengungkapkan rencana perusahaan untuk membangun dua Carbon Capture Storage (CCS).
"PHE akan membangun 2 CCS Hub dan beberapa CCS satelit yang akan melayani emitters domestik dan internasional. Kami perlu berkolaborasi dengan strategic partners untuk membangun CCS Hub dan satelit," kata Dannif dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Menurut Dannif, PHE Group memiliki potensi kapasitas penyimpanan emisi karbon di saline aquifer dan depleted oil/gas field sebesar 7,3 giga ton (GT) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Saat ini PHE sedang mengembangkan satu CCS Hub di wilayah Indonesia bagian barat yakni Asri Basin dengan potensi kapasitas penyimpanan sekitar 1,1 GT.
Sementara untuk wilayah Indonesia timur, PHE berencana membangun CCS Hub di Central Sulawesi Basin dengan potensi kapasitas penyimpanan sekitar 1,9 GT.
PHE juga akan membangun CCS/CCUS Satelite di tiga lokasi, yakni di South Sumatera Basin, CO2 EOR Sukowati, dan East Kalimantan.
Selain CCS Hub dan CCS Satelite, PHE akan melakukan studi pengembangan CCS di empat lokasi berbeda, yaitu di Central Sumatera Basin, South Sumatera Basin (saline aquifer), East Java Basin, dan Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB).
Lebih lanjut Dannif mengatakan dukungan dari pemerintah diperlukan untuk mendukung kelangsungan jangka panjang industri CCS di Indonesia dan Kawasan Asia Pasifik.
"Industri penghasil emisi di dalam negeri maupun internasional merupakan pasar yang potensial untuk pengembangan ekosistem bisnis CCS di Indonesia dan Asia Pasifik," ujar dia.
Ada lima dukungan dari pemerintah yang dibutuhkan oleh industri CCS agar bisa berkembang.
Pertama, dukungan pendanaan untuk modal proyek yang bisa dilakukan dengan mendirikan lembaga nasional khusus yang mendanai infrastruktur CCS seperti yang sudah diterapkan di Inggris dengan mendirikan CCS Infrastructure Fund (CIF).
Kedua, dukungan pemerintah untuk mekanisme penetapan harga karbon dengan memperluas harga karbon di luar pembangkit listrik batu bara seperti yang sudah diterapkan oleh Emission Trading System (ETS) di Inggris.
"Dukungan ini diperlukan untuk mendorong investasi CCS dengan jangkauan lebih luas," kata Dannif.
Dukungan ketiga, membentuk dana penelitian dan pengembangan (litbang) CCS yang terarah untuk mempercepat adopsi teknologi di bidang-bidang Utama. Dukungan dana litbang ini sudah dilakukan oleh Departemen Energi AS dengan mengalokasikan sekitar 3 miliar dolar AS untuk proyek percontohan CCS di negara tersebut.
Keempat, dukungan penerapan standar teknis dan keselamatan CCS yang jelas dan terperinci untuk memastikan pelaksanaan proyek yang efektif.
"Sebagai contoh yang dilakukan oleh pemerintah Inggris dengan menerapkan standar teknis CCS komprehensif di seluruh rantai," ujar Dannif.
Kelima, dukungan tata Kelola bisnis CCS lintas batas. Hal ini sudah dijalankan di Norwegia dengan membuat pedoman perdagangan karbon lintas batas
Pertamina Hulu Energi bakal bangun dua Carbon Capture Storage
Kamis, 28 Agustus 2025 7:50 WIB
Direktur Investasi & Pengembangan Bisnis PHE Dannif Utojo Danusaputro dalam forum diskusi Asia Pacific CCUS Conference & Exhibition 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, 26-27 Agustus 2025. ANTARA/HO-PHE
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor : Dolly Rosana
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PEP Zona 4 perkuat sinergi dengan Pangdam II Sriwijaya demi dukung ketahanan energi nasional
22 April 2026 17:12 WIB
Pertamina EP Zona 4 tetap beroperasi penuh saat libur Lebaran 2026 demi ketahanan nasional
20 March 2026 11:22 WIB
Pertamina Hulu Rokan Zona 4 ajak 20 anak yatim Prabumulih belanja baju Lebaran
18 March 2026 15:36 WIB
Pertamina Hulu Rokan Zona 4 salurkan bantuan sembako bagi warga terdampak banjir di Sumsel
09 March 2026 21:10 WIB
PEP Adera Field catat rekor produksi minyak 5.214 BOPD, tertinggi sejak 1983
21 January 2026 6:26 WIB
PHR bersinergi dengan Pemprov dan Polda Sumsel dukung ketahanan energi nasional
12 January 2026 10:39 WIB
PHE Ogan Komering Sumsel edukasi mahasiswa Universitas Baturaja tentang industri migas
10 January 2026 15:11 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Kopi Tebat Benawa, saat tradisi dan inovasi Pusri bertemu di kaki Gunung Dempo
22 April 2026 16:45 WIB