Palembang (ANTARA) - Dewan Kesenian Palembang (DKP), Sumatera Selatan menjadikan Gedung Kesenian Palembang sebagai wadah pembinaan bakat generasi para seniman dalam mewujudkan komitmen melestarikan budaya serta tradisi di kota tertua di Indonesia itu.
"Gedung Kesenian ini dipilih karena memang merupakan bangunan bersejarah di Kota Palembang," kata Ketua DKP Muhammad Nasir di Palembang, Jumat.
Sejauh ini, menurut dia, pembinaan generasi seniman di Palembang sudah cukup baik, namun fokus untuk melestarikan tradisi dan budaya perlu ditingkatkan agar Kota Palembang semakin dikenal sebagai kota tua yang memiliki banyak budaya, tidak hanya sejarah.
Ia mengatakan Kota Palembang memiliki ribuan tradisi dan budaya. Terkait dengan hal itu, tentu generasi muda seniman membutuhkan tempat untuk menyalurkan apresiasi atas tradisi budaya agar tetap lestari.
Dengan menjadikan Gedung Kesenian Palembang sebagai wadah pembinaan bakat seniman, DKP dapat mengembangkan potensi kesenian dan kemudian meningkatkan kualitas kesenian.
Ia mengemukakan bahwa upaya melestarikan seni dan budaya setempat melibatkan secara langsung unsur warga.
Oleh karena itu, katanya, pada masa mendatang akan semakin representatif dan intensif kegiatan festival seni dilakukan di Gedung Kesenian Palembang.
Selain itu, katanya, kegiatan di Gedung Kesenian Palembang akan berdampak pada pemanfaatan gedung bersejarah itu.
Ia mengatakan orang akan menilai gedung tersebut tidak hanya dari nilai sejarah, namun juga dari kegiatan di dalamnya bermanfaat melestarikan budaya sehingga daerah setempat semakin dikenal warga dan wisatawan.