Jakarta (ANTARA) - Perkerasan kaku dengan material utama beton sekarang sudah banyak diterapkan dalam konstruksi jalan tol untuk membuat jalan yang lebih kuat, stabil, serta tahan terhadap beban berat dan cuaca ekstrem.
Jenis perkerasan itu antara lain diterapkan di jalan tol besar seperti ruas tol Semarang-Solo, Jakarta-Cikampek Elevated, serta beberapa bagian jalan tol Trans Sumatera.
Dengan permukaan yang rata dan minim deformasi, jalan dengan perkerasan kaku dapat mendukung kelancaran lalu lintas kendaraan dan mendatangkan dampak baik pada kendaraan.
"Permukaan rigid pavement (perkerasan kaku) memberikan kestabilan lebih baik bagi kendaraan, mengurangi guncangan berlebih, dan meminimalkan keausan pada suspensi," kata Kepala Pemasaran Teknis Semen Merah Putih Syarif Hidayat sebagaimana dikutip dalam siaran pers perusahaan di Jakarta, Rabu.
Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kondisi kendaraan tetap prima saat digunakan untuk melalui jalan beton, apalagi semasa arus balik mudik Lebaran.
Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan agar bisa berkendara secara aman dan nyaman saat melalui jalan beton.
Kepala Pemasaran PT Cemindo Gemilang Tbk. Nyiayu Chairunnikma menyampaikan bahwa tip-tip tersebut bisa membuat perjalanan lebih mulus dan membantu menjaga performa kendaraan.
Ia mengemukakan bahwa perbaikan teknik dan material konstruksi jalan seperti penerapan perkerasan kaku dapat meningkatkan keamanan dan ketahanan jalan serta berpotensi mengurangi biaya perawatan kendaraan dan tingkat kecelakaan.
"Rigid pavement juga lebih ramah lingkungan karena masa pakainya beberapa kali lebih lama daripada aspal, sehingga mengurangi frekuensi perbaikan dan limbah konstruksi," kata Nyiayu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tip berkendara nyaman di jalan beton