Dinkes OKU imbau warga waspada DBD di musim penghujan
Senin, 11 November 2024 20:30 WIB
Petugas melakukan pengasapan untuk mencegah penyebaran penyakit DBD. ANTARA/Edo Purmana
Baturaja (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mengimbau warga di daerah itu agar mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang rentan menyebar saat musim hujan.
"Saat ini sudah memasuki musim hujan di mana penyakit DBD mengintai masyarakat apalagi di kawasan padat penduduk," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes OKU Andi Prapto di Baturaja, Senin.
Dia menjelaskan, saat musim hujan banyak terdapat genangan air sehingga jentik nyamuk jenis aedes aegypti cepat berkembang biak dan menyebarkan penyakit pada manusia.
Oleh sebab itu, guna membunuh jentik nyamuk tersebut Dinkes OKU menyebar bubuk Abate di seluruh puskesmas untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan secara gratis.
Masyarakat juga diminta menerapkan pola 3M yaitu menguras dan menutup bak penampungan air serta mengubur barang bekas.
Cara ini dianggap sangat efektif untuk mencegah penyebaran DBD agar tidak menyebar pada masyarakat khususnya anak-anak.
Selain menggunakan obat nyamuk, kata dia, masyarakat disarankan untuk memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah.
"DBD dapat menyerang kapan saja sehingga harus diwaspadai bersama," ujarnya.
Berdasarkan data sepanjang tahun 2023, kasus DBD di Kabupaten OKU menembus angka sebanyak 162 pasien anak-anak hingga dewasa yang menjalani perawatan di rumah sakit setempat akibat terserang penyakit tersebut.
Bahkan, dari jumlah tersebut tercatat sebanyak empat orang pasien anak-anak dinyatakan meninggal dunia akibat DBD setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit Kota Baturaja, Kabupaten OKU.
"Saat ini sudah memasuki musim hujan di mana penyakit DBD mengintai masyarakat apalagi di kawasan padat penduduk," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes OKU Andi Prapto di Baturaja, Senin.
Dia menjelaskan, saat musim hujan banyak terdapat genangan air sehingga jentik nyamuk jenis aedes aegypti cepat berkembang biak dan menyebarkan penyakit pada manusia.
Oleh sebab itu, guna membunuh jentik nyamuk tersebut Dinkes OKU menyebar bubuk Abate di seluruh puskesmas untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan secara gratis.
Masyarakat juga diminta menerapkan pola 3M yaitu menguras dan menutup bak penampungan air serta mengubur barang bekas.
Cara ini dianggap sangat efektif untuk mencegah penyebaran DBD agar tidak menyebar pada masyarakat khususnya anak-anak.
Selain menggunakan obat nyamuk, kata dia, masyarakat disarankan untuk memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah.
"DBD dapat menyerang kapan saja sehingga harus diwaspadai bersama," ujarnya.
Berdasarkan data sepanjang tahun 2023, kasus DBD di Kabupaten OKU menembus angka sebanyak 162 pasien anak-anak hingga dewasa yang menjalani perawatan di rumah sakit setempat akibat terserang penyakit tersebut.
Bahkan, dari jumlah tersebut tercatat sebanyak empat orang pasien anak-anak dinyatakan meninggal dunia akibat DBD setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit Kota Baturaja, Kabupaten OKU.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Sumsel siapkan 5.000 dosis vaksin dengue gratis untuk anak, cegah penyebaran DBD
12 January 2026 22:09 WIB
Terpopuler - Gaya Hidup
Lihat Juga
Polisi tunggu hasil pemeriksaan dokter soal kematian influencer Lula Lahfah
26 January 2026 16:09 WIB