Disbudpar Sumsel: SRGF dimajukan 10 Agustus 2024
Kamis, 1 Agustus 2024 7:21 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Aufa Syahrizal. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Palembang (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan ajang sepeda tahunan Sriwijaya Ranau Gran Fondo (SRGF) VI 2024 akan dimajukan menjadi 10 Agustus 2024, dari yang direncanakan mulai pada bulan November.
"Event sepeda tahunan Sriwijaya Ranau Gran Fondo (SRGF) VI 2024 akan dimajukan pada 10 Agustus,” kata Kepala Disbudpar Sumsel Aufa Syahrizal, di Palembang, Rabu.
Ia menjelaskan alasan kegiatan tersebut dimajukan karena memang ada arahan, anjuran, dan instruksi bahwa setelah 17 Agustus tidak boleh ada lagi pengumpulan massa karena sudah masuk tahapan Pilkada 2024.
“Sehingga dikhawatirkan ada kegiatan bernuansa politik, maka seluruh daerah lain gelaran berbarengan mengingat ada time line dari pemerintah,” katanya pula.
Dia mengatakan event ini merupakan ajang nasional dan setiap tahun mendapatkan respons luar biasa dari para peserta, mengingat, event ini bersepeda sambil kreasi, tidak hanya soal tercepat.
“Para peserta ini bersepeda sambil kreasi menikmati suasana danau dan saat sampai finis mereka dapat medali," ujarnya.
SRGF itu pada tahun sebelumnya peserta berasal dari 19 daerah dan ditambah empat peserta dari luar negeri. Namun, pada tahun ini peserta yang sudah mendaftar secara daring sebanyak 1.500 orang.
“Kami menargetkan sebanyak 3.000 orang peserta untuk mengikuti SRGF,” ujarnya pula.
Pihaknya terus melakukan persiapan, baik akomodasi, homestay, dan lainnya, mengingat event ini sudah sangat dikenal.
“Seperti diketahui bahwa kegiatan ini sangat dinantikan masyarakat, karena dampaknya sangat luar biasa terhadap peningkatan ekonomi. Akan ada ribuan peserta yang ikut," kata Aufa lagi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Disbudpar Sumsel: SRGF dimajukan pada 10 Agustus 2024
"Event sepeda tahunan Sriwijaya Ranau Gran Fondo (SRGF) VI 2024 akan dimajukan pada 10 Agustus,” kata Kepala Disbudpar Sumsel Aufa Syahrizal, di Palembang, Rabu.
Ia menjelaskan alasan kegiatan tersebut dimajukan karena memang ada arahan, anjuran, dan instruksi bahwa setelah 17 Agustus tidak boleh ada lagi pengumpulan massa karena sudah masuk tahapan Pilkada 2024.
“Sehingga dikhawatirkan ada kegiatan bernuansa politik, maka seluruh daerah lain gelaran berbarengan mengingat ada time line dari pemerintah,” katanya pula.
Dia mengatakan event ini merupakan ajang nasional dan setiap tahun mendapatkan respons luar biasa dari para peserta, mengingat, event ini bersepeda sambil kreasi, tidak hanya soal tercepat.
“Para peserta ini bersepeda sambil kreasi menikmati suasana danau dan saat sampai finis mereka dapat medali," ujarnya.
SRGF itu pada tahun sebelumnya peserta berasal dari 19 daerah dan ditambah empat peserta dari luar negeri. Namun, pada tahun ini peserta yang sudah mendaftar secara daring sebanyak 1.500 orang.
“Kami menargetkan sebanyak 3.000 orang peserta untuk mengikuti SRGF,” ujarnya pula.
Pihaknya terus melakukan persiapan, baik akomodasi, homestay, dan lainnya, mengingat event ini sudah sangat dikenal.
“Seperti diketahui bahwa kegiatan ini sangat dinantikan masyarakat, karena dampaknya sangat luar biasa terhadap peningkatan ekonomi. Akan ada ribuan peserta yang ikut," kata Aufa lagi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Disbudpar Sumsel: SRGF dimajukan pada 10 Agustus 2024
Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prakiraan cuaca Kota Palembang 8 Maret 2026: BMKG prediksi sebagan besar berawan
08 March 2026 8:09 WIB
Polda Sumsel amankan 80 ton Batubara ilegal di Jalintim OKU, dua Supir truk ditangkap
07 March 2026 16:16 WIB
Penyebab kematian pekerja migran asal Palembang di Kamboja tunggu hasil autopsi
06 March 2026 18:18 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Penyebab kematian pekerja migran asal Palembang di Kamboja tunggu hasil autopsi
06 March 2026 18:18 WIB
Pemkab OKU berikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 7.433 pekerja non-ASN di 2026
06 March 2026 4:40 WIB