Pangdam Sriwijaya turunkan prajurit antisipasi kebakaran hutan
Jumat, 14 Juni 2024 15:21 WIB
Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI M Naudi Nurdika. ANTARA/Yudi Abdullah/24
Palembang (ANTARA) - Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI M Naudi Nurdika menurunkan prajurit di jajarannya yang meliputi lima provinsi di Sumbagsel untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi musim kemarau 2024 yang dipengaruhi El Nino.
Hal itu disampaikan Pangdam Mayjen TNI M Naudi seusai olahraga bersama wartawan dan tokoh masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), di lapangan Mako Jasdam, Palembang, Jumat.
Menurut Pangdam, menghadapi permasalahan karhutla yang selalu terjadi setiap tahun atau setiap musim kemarau itu, seluruh komandan satuan dan prajurit di wilayah Sumbagsel meliputi Sumsel, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung harus tetap melakukan berbagai tindakan antisipasi agar wilayah tersebut terhindar dari karhutla yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap.
Bencana kabut asap dampak karhutla perlu dicegah karena bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat dan ekonomi serta menimbulkan gangguan kesehatan.
"Saya meminta satuan jajaran Kodam Sriwijaya agar segera melaporkan apabila karhutla yang terjadi di wilayah masing-masing tidak bisa ditangani, akan diupayakan pengiriman bantuan personel dan peralatan," ujarnya.
Dia menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan di Sumbagsel pada musim kemarau tahun ini menjadi ancaman serius bagi kehidupan masyarakat karena terdapat El Nino yang dapat mengakibatkan kekeringan semakin kering dan waktunya cukup panjang atau melebihi musimnya.
Untuk itu, pihaknya berupaya membantu masyarakat melakukan berbagai tindakan antisipasi terjadinya karhutla agar tidak menimbulkan banyak kerugian baik aspek ekonomi, sosial, kesehatan dan lingkungan.
Tindakan antisipasi yang dilakukan seperti membentuk Satgas Penanggulangan Karhutla, memasang spanduk imbauan tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan pertanian/perkebunan di setiap kabupaten/kota jajaran Kodam II/Sriwijaya yang dipetakan sebagai daerah rawan karhutla.
Selain melakukan tindakan itu, dalam rangka mengantisipasi karhutla, pihaknya meningkatkan sinergisitas antara pemangku kepentingan dan instansi terkait di wilayah Sumbagsel, kata Pangdam Naudi Nurdika.
Hal itu disampaikan Pangdam Mayjen TNI M Naudi seusai olahraga bersama wartawan dan tokoh masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), di lapangan Mako Jasdam, Palembang, Jumat.
Menurut Pangdam, menghadapi permasalahan karhutla yang selalu terjadi setiap tahun atau setiap musim kemarau itu, seluruh komandan satuan dan prajurit di wilayah Sumbagsel meliputi Sumsel, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung harus tetap melakukan berbagai tindakan antisipasi agar wilayah tersebut terhindar dari karhutla yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap.
Bencana kabut asap dampak karhutla perlu dicegah karena bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat dan ekonomi serta menimbulkan gangguan kesehatan.
"Saya meminta satuan jajaran Kodam Sriwijaya agar segera melaporkan apabila karhutla yang terjadi di wilayah masing-masing tidak bisa ditangani, akan diupayakan pengiriman bantuan personel dan peralatan," ujarnya.
Dia menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan di Sumbagsel pada musim kemarau tahun ini menjadi ancaman serius bagi kehidupan masyarakat karena terdapat El Nino yang dapat mengakibatkan kekeringan semakin kering dan waktunya cukup panjang atau melebihi musimnya.
Untuk itu, pihaknya berupaya membantu masyarakat melakukan berbagai tindakan antisipasi terjadinya karhutla agar tidak menimbulkan banyak kerugian baik aspek ekonomi, sosial, kesehatan dan lingkungan.
Tindakan antisipasi yang dilakukan seperti membentuk Satgas Penanggulangan Karhutla, memasang spanduk imbauan tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan pertanian/perkebunan di setiap kabupaten/kota jajaran Kodam II/Sriwijaya yang dipetakan sebagai daerah rawan karhutla.
Selain melakukan tindakan itu, dalam rangka mengantisipasi karhutla, pihaknya meningkatkan sinergisitas antara pemangku kepentingan dan instansi terkait di wilayah Sumbagsel, kata Pangdam Naudi Nurdika.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pangdam II/Sriwijaya: Jembatan Gantung Garuda jadi penggerak ekonomi warga Desa Pusar
28 April 2026 5:36 WIB
PEP Zona 4 perkuat sinergi dengan Pangdam II Sriwijaya demi dukung ketahanan energi nasional
22 April 2026 17:12 WIB
Profil St Kitts dan Nevis, negara asal legenda Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs
27 March 2026 9:00 WIB
Pemkab Banyuasin dan PT TSM Bahas Kerja Sama Air Bersih untuk Unit Talang Kelapa
12 March 2026 10:56 WIB
Kodam II/Sriwijaya bangun tiga jembatan gantung di OKI dan OKU untuk konektivitas desa
04 March 2026 17:34 WIB