Pemkab OKU luncurkan Program Berobat Gratis
Selasa, 28 Mei 2024 17:02 WIB
Penjabat Bupati OKU Teddy Meilwansyah meluncurkan UHC program JKN tahun 2024. ANTARA/Edo Purmana/24
Baturaja (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan meluncurkan Program Berobat Gratis Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan (JKN) tahun 2024 bagi warga setempat.
"Target kami dengan peluncuran ini sebanyak 101 persen warga OKU tercover UHC JKN," kata Penjabat Bupati OKU Teddy Meilwansyah di Baturaja, Selasa.
Teddy mengatakan, program ini pertama kali digaungkan di Kabupaten Musi Banyuasin dengan nama berobat gratis dan OKU sendiri baru mulai merealisasikannya sejak awal tahun lalu.
"Kami ingin semua warga OKU tercover UHC JKN pada 2024 ini sehingga warga tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya untuk berobat," tegasnya.
Selain itu, lanjut dia, Pemkab OKU juga berupaya menganggarkan dana melalui APBD OKU untuk program santunan kematian bagi warga kurang mampu di wilayahnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan OKU Deddy Wijaya menambahkan, secara keseluruhan hingga saat ini baru 85 persen atau sekitar 340 ribu jiwa warga OKU yang sudah tercover program UHC JKN tahun 2024.
"Alhamdulillah persentase sudah di atas target nasional yang rata-rata 51 persen. Mudah-mudahan tahun ini realisasi targetnya bisa tembus 101 persen," katanya.
Program UHC JKN sendiri, kata Deddy, mampu melayani pengobatan warga Kabupaten OKU di 45 fasilitas kesehatan tingkat pertama dan lima fasilitas kesehatan rujukan.
"Cukup pakai kartu keluarga dan KTP, maka warga yang terdaftar di layanan ini bisa menikmati berobat gratis," ujarnya.
"Target kami dengan peluncuran ini sebanyak 101 persen warga OKU tercover UHC JKN," kata Penjabat Bupati OKU Teddy Meilwansyah di Baturaja, Selasa.
Teddy mengatakan, program ini pertama kali digaungkan di Kabupaten Musi Banyuasin dengan nama berobat gratis dan OKU sendiri baru mulai merealisasikannya sejak awal tahun lalu.
"Kami ingin semua warga OKU tercover UHC JKN pada 2024 ini sehingga warga tidak perlu pusing lagi memikirkan biaya untuk berobat," tegasnya.
Selain itu, lanjut dia, Pemkab OKU juga berupaya menganggarkan dana melalui APBD OKU untuk program santunan kematian bagi warga kurang mampu di wilayahnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan OKU Deddy Wijaya menambahkan, secara keseluruhan hingga saat ini baru 85 persen atau sekitar 340 ribu jiwa warga OKU yang sudah tercover program UHC JKN tahun 2024.
"Alhamdulillah persentase sudah di atas target nasional yang rata-rata 51 persen. Mudah-mudahan tahun ini realisasi targetnya bisa tembus 101 persen," katanya.
Program UHC JKN sendiri, kata Deddy, mampu melayani pengobatan warga Kabupaten OKU di 45 fasilitas kesehatan tingkat pertama dan lima fasilitas kesehatan rujukan.
"Cukup pakai kartu keluarga dan KTP, maka warga yang terdaftar di layanan ini bisa menikmati berobat gratis," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang jamin warga tak mampu bisa berobat di RS Bari hanya pakai KTP
06 March 2025 12:30 WIB
BPJS Kesehatan Palembang ajak manfaatkan Program Rehab tunggakan iuran
17 January 2025 14:03 WIB, 2025
TP PKK Palembang fasilitasi ODGJ buat kartu identitas untuk berobat
12 December 2024 10:44 WIB, 2024
WBP Lapas Perempuan Palembang berobat ke klinik keluhkan penyakit usai Lebaran
16 April 2024 2:40 WIB, 2024