BPBD Sumsel imbau masyarakat waspadai bencana banjir
Rabu, 10 Januari 2024 19:21 WIB
Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni. (ANTARA/Yudi Abdullah)
Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mengimbau masyarakat di 17 kabupaten dan kota dalam provinsi setempat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana banjir pada musim hujan 2024 ini.
"Bencana banjir mulai mengancam pada musim hujan sekarang ini, untuk menghadapi kemungkinan terjadi bencana tersebut perlu dilakukan berbagai tindakan antisipasi agar bisa diminimalkan timbulnya kerugian harta benda dan korban jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana di Palembang, Rabu.
Selain mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, untuk membantu masyarakat pihaknya juga berupaya menyiagakan petugas didukung dengan peralatan yang memadai seperti perahu karet dan peralatan menyelam.
Dengan menyiagakan petugas BPBD, jika terjadi banjir diharapkan bisa membantu korban secara cepat dan tepat sehingga dapat diminimalkan timbulnya kerugian harta benda dan korban jiwa, ujar Iqbal.
Sementara Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengatakan pihaknya meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan akhir-akhir ini karena sewaktu-waktu dapat saja terjadi bencana banjir dan tanah longsor.
"Provinsi ini tidak hanya rawan terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tetapi juga pada musim hujan rawan terjadi banjir dan tanah longsor," ujarnya.
Melihat kondisi rawan bencana itu, para bupati dan wali kota yang ada di provinsi ini diminta untuk mulai mempersiapkan diri mengantisipasi bencana banjir dan longsor.
Dengan persiapan maksimal diharapkan bencana banjir dan longsor yang sewaktu-waktu bisa terjadi di wilayah 17 kabupaten dan kota dalam wilayah Sumsel dapat ditanggulangi dengan baik serta bisa dicegah timbulnya korban jiwa, kata Pj Gubernur Fatoni.
"Bencana banjir mulai mengancam pada musim hujan sekarang ini, untuk menghadapi kemungkinan terjadi bencana tersebut perlu dilakukan berbagai tindakan antisipasi agar bisa diminimalkan timbulnya kerugian harta benda dan korban jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana di Palembang, Rabu.
Selain mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, untuk membantu masyarakat pihaknya juga berupaya menyiagakan petugas didukung dengan peralatan yang memadai seperti perahu karet dan peralatan menyelam.
Dengan menyiagakan petugas BPBD, jika terjadi banjir diharapkan bisa membantu korban secara cepat dan tepat sehingga dapat diminimalkan timbulnya kerugian harta benda dan korban jiwa, ujar Iqbal.
Sementara Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengatakan pihaknya meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan akhir-akhir ini karena sewaktu-waktu dapat saja terjadi bencana banjir dan tanah longsor.
"Provinsi ini tidak hanya rawan terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tetapi juga pada musim hujan rawan terjadi banjir dan tanah longsor," ujarnya.
Melihat kondisi rawan bencana itu, para bupati dan wali kota yang ada di provinsi ini diminta untuk mulai mempersiapkan diri mengantisipasi bencana banjir dan longsor.
Dengan persiapan maksimal diharapkan bencana banjir dan longsor yang sewaktu-waktu bisa terjadi di wilayah 17 kabupaten dan kota dalam wilayah Sumsel dapat ditanggulangi dengan baik serta bisa dicegah timbulnya korban jiwa, kata Pj Gubernur Fatoni.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nelayan Banyuasin dievakuasi ke Palembang gunakan ambulans apung Ditpolairud
05 April 2026 21:09 WIB
Libur Paskah: KAI Palembang operasikan 6 perjalanan KA dan tambah gerbong eksekutif
03 April 2026 21:12 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Angin puting beliung rusak empat sekolah di OKU Selatan, tak ada korban jiwa
05 April 2026 21:12 WIB
Pemkab Muara Enim bangun jembatan gantung senilai Rp2,9 miliar di Desa Danau Rata
05 April 2026 21:06 WIB
Pohon tumbang tutup jalan di tiga kecamatan OKU Timur, lalu lintas dempat lumpuh
04 April 2026 19:49 WIB
Jalan penghubung antardesa Sosoh Buay Rayap di OKU nyaris putus akibat longsor
02 April 2026 21:56 WIB
Berdayakan ekonomi inklusif, Kemensos beri modal usaha bagi disabilitas di OKU
01 April 2026 20:45 WIB