Martapura (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatra Selatan, menggelar pelatihan pengendalian hama tikus melalui metode pembuatan rumah burung hantu.

Kepala Seksi Penerapan Teknologi Bidang KPSDMP Dinas Pertanian (Distan) OKU Timur Yudi Hariadi di Martapura, Kamis menyampaikan bahwa pelatihan yang diikuti oleh Penyuluh Pertanian Belitang Madang Raya tersebut sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pertanian di wilayah itu.

Dengan membuat rumah burung hantu di wilayah binaan bertujuan untuk mengendalikan serangan hama tikus menggunakan metode pengendalian hayati.

Sudah banyak bukti di beberapa daerah burung hantu bermanfaat sebagai musuh alami yang efektif dalam pengendalian hama tikus yang sering kali merusak tanaman padi hingga petani mengalami gagal panen.

Menurut dia, hama tikus bisa terkendali dengan agen hayati salah satunya melestarikan burung hantu dengan konsep kembalikan dari alam sehingga nanti diharapkan ekosistem yang terbentuk bisa terjaga.

Cara ini juga dapat mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia dalam pengendalian hama dengan biaya tinggi dan juga rentan merusak lingkungan sekitar.

Ia berharap melalui pelatihan ini kedepannya terbentuk pemasangan rumah burung hantu di setiap desa di OKU Timur.

Petani diharapkan memahami bahwa burung hantu adalah musuh alami bagi hama tikus yang keberadaannya harus tetap dilestarikan.

"Harapan kami minimal lima ekor populasi burung hantu di setiap desa sehingga hewan yang aktif di malam hari ini dapat membasmi hama tikus yang merusak tanaman," harapnya.

Ia juga berharap peran serta para penyuluh pertanian untuk menyosialisasikan sekaligus memberikan pendampingan bagi petani guna penerapan agen hayati burung hantu dan pemasangan Rubuha di wilayah masing-masing.


Pewarta : Edo Purmana
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2024