BPBD OKU padamkan karhutla di Tanjung Baru
Sabtu, 16 September 2023 20:42 WIB
Tim Satgas Karhutla memadamkan api kebakaran lahan di Desa Tanjung Baru, Jumat (15/9/2023). (ANTARA/Edo Purmana)
Baturaja (ANTARA) - Tim Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Baru agar tidak menyebar luas hingga menimbulkan bencana kabut asap.
Manager Pusdalops BPBD OKU Gunalfi di Baturaja, Sabtu, mengatakan karhutla yang terjadi pada Jumat (15/9), sekitar pukul 18.50 WIB tersebut menghanguskan lahan seluas 2 hektare (ha) milik warga di wilayah itu.
"Untuk penyebabnya masih belum diketahui. Dugaan sementara berasal dari puntung rokok yang dibuang warga sembarangan di lahan kering," katanya.
Selain lahan pertanian, dampak yang ditimbulkan dari kebakaran lahan tersebut yaitu terbakarnya 10 unit rumah kosong di perumahan sekitar lokasi karena api menyambar ilalang dan pepohonan yang sudah kering dan ditambah faktor angin kencang.
Pihaknya menerjunkan puluhan personel satgas karhutla yang berjibaku untuk memadamkan api.
Hanya saja, kata dia, proses pemadaman sempat terkendala lokasi titik api yang jauh dari sumber air sehingga menyulitkan petugas untuk memadamkan api.
Selain itu, kondisi jalan yang susah ditempuh oleh mobil tangki suplai air karena kondisi lahan yang terbakar di wilayah perbukitan.
Meskipun demikian, petugas di lapangan tetap berjuang menuju lokasi untuk memadamkan api agar tidak menyebar luas hingga masuk ke permukiman penduduk sekitar.
"Api baru berhasil dipadamkan dan selesai dilakukan proses pendinginan pada pukul 20.30 WIB," ujarnya.
Hingga saat ini, pihaknya masih menyiagakan personel 1x24 jam di lokasi bencana untuk mengantisipasi kemunculan titik api yang dapat memicu karhutla.
Manager Pusdalops BPBD OKU Gunalfi di Baturaja, Sabtu, mengatakan karhutla yang terjadi pada Jumat (15/9), sekitar pukul 18.50 WIB tersebut menghanguskan lahan seluas 2 hektare (ha) milik warga di wilayah itu.
"Untuk penyebabnya masih belum diketahui. Dugaan sementara berasal dari puntung rokok yang dibuang warga sembarangan di lahan kering," katanya.
Selain lahan pertanian, dampak yang ditimbulkan dari kebakaran lahan tersebut yaitu terbakarnya 10 unit rumah kosong di perumahan sekitar lokasi karena api menyambar ilalang dan pepohonan yang sudah kering dan ditambah faktor angin kencang.
Pihaknya menerjunkan puluhan personel satgas karhutla yang berjibaku untuk memadamkan api.
Hanya saja, kata dia, proses pemadaman sempat terkendala lokasi titik api yang jauh dari sumber air sehingga menyulitkan petugas untuk memadamkan api.
Selain itu, kondisi jalan yang susah ditempuh oleh mobil tangki suplai air karena kondisi lahan yang terbakar di wilayah perbukitan.
Meskipun demikian, petugas di lapangan tetap berjuang menuju lokasi untuk memadamkan api agar tidak menyebar luas hingga masuk ke permukiman penduduk sekitar.
"Api baru berhasil dipadamkan dan selesai dilakukan proses pendinginan pada pukul 20.30 WIB," ujarnya.
Hingga saat ini, pihaknya masih menyiagakan personel 1x24 jam di lokasi bencana untuk mengantisipasi kemunculan titik api yang dapat memicu karhutla.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sumsel perkuat strategi cegah karhutla melalui Desa Peduli Api dan sistem peringatan dini
20 October 2025 17:57 WIB
Kemenhut: 3.859 hektare areal karhutla di Sumsel pada Januari-September 2025
17 October 2025 8:13 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Ruas jalan Desa Pulau Beringin OKU Selatan tertutup tanah longsor, arus lalu lintas lumpuh total
11 February 2026 18:04 WIB