Dishub OKU Sumsel akan kawal takbir keliling
Kamis, 20 April 2023 18:16 WIB
Ilustrasi - Warga merayakan malam takbir menyambut Hari Raya Idul Fitri di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/Arsip)
Baturaja (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan menyiapkan pengawalan takbir keliling pada malam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.
Kepala Dinas Perhubungan OKU Agus Salim, melalui Kasi Lalulintas Jauhari di Baturaja, Kamis mengatakan bahwa kegiatan malam pawai takbiran keliling merupakan perdana digelar setelah beberapa tahun tidak dilaksanakan di wilayah itu akibat pandemi COVID-19 melanda dunia.
"Alhamdulillah tahun ini pawai takbiran keliling sudah diperbolehkan digelar secara masal," katanya.
Dinas Perhubungan OKU memfasilitasi masyarakat yang akan melakukan takbir keliling di wilayahnya berupa pemanduan dan pengawalan petugas sehingga pelaksanaannya dapat tertib, aman dan berkeselamatan.
"Kami telah menyiapkan puluhan personel untuk melakukan pengawalan agar pelaksanaan pawai takbiran berjalan aman dan lancar," tegasnya.
Sebanyak 30 personel dari Dishub OKU akan dikerahkan untuk melakukan pengawalan guna memastikan proses takbiran keliling tidak mengganggu arus lalu lintas di wilayah itu.
"Karena iring-iringan kendaraan yang melaksanakan pawai takbiran keliling diprediksi cukup banyak meskipun dibatasi yaitu untuk roda empat maksimal 50 unit dan roda dua dengan jumlah yang tidak terbatas," ungkapnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya pun akan menyiagakan petugas di 12 titik persimpangan jalan protokol di pusat Kota Baturaja guna mengatur arus lalu lintas.
Seperti di simpang empat Sukajadi, persimpangan Tiga Gajah, Bakung dan Tugu Batu yang menjadi titik fokus pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
"Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan kami juga melakukan rekayasa lalu lintas kendaraan di Jalan Akmal yang sementara waktu dialihkan melalui Jalan Darmo Sugondo menuju Jalan Sutami," ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan OKU Agus Salim, melalui Kasi Lalulintas Jauhari di Baturaja, Kamis mengatakan bahwa kegiatan malam pawai takbiran keliling merupakan perdana digelar setelah beberapa tahun tidak dilaksanakan di wilayah itu akibat pandemi COVID-19 melanda dunia.
"Alhamdulillah tahun ini pawai takbiran keliling sudah diperbolehkan digelar secara masal," katanya.
Dinas Perhubungan OKU memfasilitasi masyarakat yang akan melakukan takbir keliling di wilayahnya berupa pemanduan dan pengawalan petugas sehingga pelaksanaannya dapat tertib, aman dan berkeselamatan.
"Kami telah menyiapkan puluhan personel untuk melakukan pengawalan agar pelaksanaan pawai takbiran berjalan aman dan lancar," tegasnya.
Sebanyak 30 personel dari Dishub OKU akan dikerahkan untuk melakukan pengawalan guna memastikan proses takbiran keliling tidak mengganggu arus lalu lintas di wilayah itu.
"Karena iring-iringan kendaraan yang melaksanakan pawai takbiran keliling diprediksi cukup banyak meskipun dibatasi yaitu untuk roda empat maksimal 50 unit dan roda dua dengan jumlah yang tidak terbatas," ungkapnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya pun akan menyiagakan petugas di 12 titik persimpangan jalan protokol di pusat Kota Baturaja guna mengatur arus lalu lintas.
Seperti di simpang empat Sukajadi, persimpangan Tiga Gajah, Bakung dan Tugu Batu yang menjadi titik fokus pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
"Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan kami juga melakukan rekayasa lalu lintas kendaraan di Jalan Akmal yang sementara waktu dialihkan melalui Jalan Darmo Sugondo menuju Jalan Sutami," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Edisi Khusus
Lihat Juga
Kisah Audy Item sempat frustrasi jalani diet ekstrem, turun cepat tapi balik lagi
05 March 2026 5:13 WIB
Obituari: Selamat jalan Alex Noerdin, sang arsitek "Jakabaring Sport City"
26 February 2026 14:08 WIB
Kisah Masjid Shirathal Mustaqiem: dulu arena judi, kini masjid tertua di Samarinda
22 February 2026 16:27 WIB
Kisah ibu di pinggiran Singkarak, cetak anak jadi polisi dan sarjana dari ikan bilih
21 February 2026 19:33 WIB