Obat Paxlovid 90 persen efektif cegah rawat inap dan kematian COVID-19
Senin, 28 Maret 2022 10:11 WIB
Arsip foto - Paxlovid, pil penyakit coronavirus (COVID-19) buatan Pfizer, terlihat diproduksi di Ascoli, Italia, dalam foto selebaran tak bertanggal yang diperoleh Reuters pada 16 November 2021. (ANTARA/Pfizer/Handout via REUTERS/pri)
Jakarta (ANTARA) - Associate Profesor dari Departemen Kimia di Universiti Putra Malaysia Bimo Ario Tejo mengatakan obat Paxlovid terbukti 90 persen efektif dalam mencegah rawat inap dan kematian pasien COVID-19 berisiko tinggi.
"Dalam uji klinis, Paxlovid 90 persen efektif mencegah rawat inap dan kematian pasien berisiko tinggi," kata Bimo Ario Tejo melalui siaran pers di Jakarta, Minggu.
Dia mengatakan Paxlovid juga mampu melawan VOC Sars Cov-2, termasuk Omicron.
"Paxlovid efektif untuk semua varian karena sasarannya adalah enzim protease virus yang laju mutasi-nya jauh lebih rendah dibanding mutasi pada bagian spike virus SARS-CoV-2," katanya.
Bahkan menurutnya, Paxlovid juga dapat menghambat virus corona lainnya seperti SARS dan MERS.
"Paxlovid juga dilaporkan dapat menghambat corona-virus lainnya, termasuk SARS dan MERS," katanya.
Bimo mengatakan pada akhir Desember 2021, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui otorisasi penggunaan darurat (Emergency Use Authrorization/EUA) Paxlovid dalam pengobatan COVID-19.
Dia menambahkan ketersediaan obat sebagai terapi oral khusus untuk SARS-CoV-2 ini sangat dibutuhkan untuk meminimalisir efek COVID pada tubuh dan mencegah rawat inap, kesakitan dan kematian.
Pihaknya menjelaskan Paxlovid aman dikonsumsi oleh pasien COVID usia 12 tahun ke atas dan berat 40 kg atau lebih.
Meski demikian, Bimo mengingatkan bahwa Paxlovid tidak efektif untuk pasien COVID-19 yang bergejala berat dan sudah dirawat di rumah sakit.
"Dalam uji klinis, Paxlovid 90 persen efektif mencegah rawat inap dan kematian pasien berisiko tinggi," kata Bimo Ario Tejo melalui siaran pers di Jakarta, Minggu.
Dia mengatakan Paxlovid juga mampu melawan VOC Sars Cov-2, termasuk Omicron.
"Paxlovid efektif untuk semua varian karena sasarannya adalah enzim protease virus yang laju mutasi-nya jauh lebih rendah dibanding mutasi pada bagian spike virus SARS-CoV-2," katanya.
Bahkan menurutnya, Paxlovid juga dapat menghambat virus corona lainnya seperti SARS dan MERS.
"Paxlovid juga dilaporkan dapat menghambat corona-virus lainnya, termasuk SARS dan MERS," katanya.
Bimo mengatakan pada akhir Desember 2021, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui otorisasi penggunaan darurat (Emergency Use Authrorization/EUA) Paxlovid dalam pengobatan COVID-19.
Dia menambahkan ketersediaan obat sebagai terapi oral khusus untuk SARS-CoV-2 ini sangat dibutuhkan untuk meminimalisir efek COVID pada tubuh dan mencegah rawat inap, kesakitan dan kematian.
Pihaknya menjelaskan Paxlovid aman dikonsumsi oleh pasien COVID usia 12 tahun ke atas dan berat 40 kg atau lebih.
Meski demikian, Bimo mengingatkan bahwa Paxlovid tidak efektif untuk pasien COVID-19 yang bergejala berat dan sudah dirawat di rumah sakit.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ario Bayuhingga Nirina Zubir masuk ke dalam daftar nominasi FFI 2024
20 November 2024 17:01 WIB, 2024
Mantan pebulu tangkis papan atas Indonesia andil dalam laga Vincent vs Valentino Jebret
04 July 2022 9:43 WIB, 2022
Kebakaran di pemukiman padat penduduk Rimba Kemuning Palembang, hanguskan satu rumah
14 April 2022 7:26 WIB, 2022
Istri terjebak 'lockdown' di Prancis, aktor ini obati rindu melalui video call
29 April 2020 6:38 WIB, 2020
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab OKU Timur salurkan bantuan nutrisi untuk pasien TBC di empat Puskesmas
21 April 2026 13:50 WIB
Menkomdigi tunggu respons TikTok, Roblox, dan Google terkait PP Tunas hingga Selasa
13 April 2026 19:50 WIB
Pemkot Palembang perkuat predikat Kota Layak Anak 2026 melalui penyesuaian standar nasional
10 April 2026 7:08 WIB