
42 kasus ditemukan, perempuan di OKU Timur didorong lakukan tes IVA

Martapura (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan memberikan edukasi kepada pasangan usia subur (PUS), khususnya perempuan, untuk melakukan skrining Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebagai langkah deteksi dini kanker serviks.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) OKU Timur Umaidah Kosim di Martapura, Jumat, mengatakan edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan bahaya kanker serviks dan mengurangi rasa takut atau malu untuk memeriksakan diri.
Sosialisasi yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Buay Madang itu, diikuti 54 perempuan warga setempat.
Selain itu, sosialisasi digencarkan dengan mengerahkan tenaga kesehatan di seluruh puskesmas di OKU Timur untuk menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.
Dia mengatakan deteksi dini kanker serviks difokuskan bagi perempuan usia 30-69 tahun melalui metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA).
"Skrining IVA dapat dilakukan di seluruh puskesmas di OKU Timur secara gratis," katanya.
Metode IVA dilakukan dengan pemeriksaan cepat, aman, dan mudah menggunakan asam asetat 3-5 persen untuk melihat sel-sel abnormal pada leher rahim.
Dia menjelaskan kanker serviks atau rahim ini dominan menyerang perempuan khususnya yang sudah menikah disebabkan masalah kebersihan tubuh manusia dan faktor sering berganti pasangan.
Berdasarkan data, kata dia, jumlah penderita kanker serviks tergolong tinggi yaitu mencapai 42 kasus.
"Berdasarkan data kumulatif dari tahun 2022 hingga 2025, jumlah penderita kanker serviks mencapai 42 kasus. Untuk pasien meninggal dunia, kami belum menerima laporan," katanya.
Ketua Tim Penggerak PKK OKU Timur dr Sheila Noberta menambahkan pentingnya deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara bagi perempuan.
Menurutnya, kedua jenis kanker tersebut sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga banyak kasus baru terdeteksi ketika telah memasuki stadium lanjut.
"Oleh sebab itu langkah pencegahan melalui pemeriksaan rutin sangat penting untuk memastikan OKU Timur benar-benar bebas dari penyakit tersebut," ujarnya.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
