Polisi amankan dua alat berat tambang ilegal
Kamis, 21 Oktober 2021 23:04 WIB
Dokumentasi - Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh mengamankan alat berat di lokasi tambang galian C ilegal di Kabupaten Aceh Besar. ANTARA/HO/Bidhumas Polda Aceh
Banda Aceh (ANTARA) - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengamankan dua alat berat yang diduga digunakan untuk praktik tambang ilegal galian C di Kabupaten Aceh Besar.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sanjaya di Banda Aceh, Kamis, mengatakan selain mengamankan dua alat berat, polisi juga menetapkan seorang pengelola galian C ilegal sebagai tersangka.
"Seorang dijadikan tersangka. Perannya selama ini sebagai pengelola kegiatan penambangan yang tidak memiliki izin alias ilegal," kata Kombes Pol Sony Sanjaya.
Kombes Pol Sony Sanjaya mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait adanya kegiatan penambangan galian C berupa tanah timbun atau urug di Kabupaten Aceh Besar.
Kemudian, kata Kombes Pol Sony Sanjaya, Tim Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi tersebut.
"Setelah penyelidikan dan benar di lokasi ada penambangan galian C berupa tanah timbun (urug). Setelah diobservasi, tim juga menemukan alat berat yang sedang melakukan kegiatan penggalian tanah," kata Kombes Pol Sony Sanjaya.
Selanjutnya, kata Kombes Pol Sony Sanjaya, tim memeriksa operator ekskavator dan pengelola lokasi penambangan. Kemudian diketahui kegiatan tersebut tidak memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP) atau ilegal.
Setelah diperiksa, ternyata tidak ada izin. Kemudian, untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan, dua unit alat berat jenis ekskavator diamankan ke Mapolda Aceh di Banda Aceh, kata Kombes Pol Sony Sanjaya.
"Petugas memeriksa lebih lanjut terhadap dua orang yang mengetahui praktik penambangan tersebut. Dan seorang di antaranya, yakni pengelola tambang ditetapkan sebagai tersangka," kata Kombes Pol Sony Sanjaya.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sanjaya di Banda Aceh, Kamis, mengatakan selain mengamankan dua alat berat, polisi juga menetapkan seorang pengelola galian C ilegal sebagai tersangka.
"Seorang dijadikan tersangka. Perannya selama ini sebagai pengelola kegiatan penambangan yang tidak memiliki izin alias ilegal," kata Kombes Pol Sony Sanjaya.
Kombes Pol Sony Sanjaya mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait adanya kegiatan penambangan galian C berupa tanah timbun atau urug di Kabupaten Aceh Besar.
Kemudian, kata Kombes Pol Sony Sanjaya, Tim Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi tersebut.
"Setelah penyelidikan dan benar di lokasi ada penambangan galian C berupa tanah timbun (urug). Setelah diobservasi, tim juga menemukan alat berat yang sedang melakukan kegiatan penggalian tanah," kata Kombes Pol Sony Sanjaya.
Selanjutnya, kata Kombes Pol Sony Sanjaya, tim memeriksa operator ekskavator dan pengelola lokasi penambangan. Kemudian diketahui kegiatan tersebut tidak memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP) atau ilegal.
Setelah diperiksa, ternyata tidak ada izin. Kemudian, untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan, dua unit alat berat jenis ekskavator diamankan ke Mapolda Aceh di Banda Aceh, kata Kombes Pol Sony Sanjaya.
"Petugas memeriksa lebih lanjut terhadap dua orang yang mengetahui praktik penambangan tersebut. Dan seorang di antaranya, yakni pengelola tambang ditetapkan sebagai tersangka," kata Kombes Pol Sony Sanjaya.
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Patra Niaga: Disparitas harga jadi pemicu utama penyalahgunaan BBM Subsidi
01 May 2026 20:24 WIB
Polda Riau sita 41 ton solar subsidi dan amankan 39 tersangka penyelewengan BBM subsidi
23 April 2026 6:48 WIB
Polda Metro Jaya ungkap motif pembunuhan berencana di Serpong Utara akibat sakit hati
22 April 2026 9:34 WIB
Dilaporkan ke Polisi, Jusuf Kalla jelaskan konteks ceramah perdamaian di UGM
18 April 2026 20:17 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB