Inggris selidiki bocornya gambar "ciuman menteri"
Kamis, 15 Juli 2021 21:39 WIB
Dokumentasi - Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock (kanan) menyerahkan mikropon kepada ajudannya Gina Coladangelo, usai wawancara televisi di depan Kantor Penyiaran BBC di London, Inggris, Rabu (16/6/2021). Gambar diambil 16 Mei 2021. REUTERS/Tom Nicholson/WSJ/djo
London (ANTARA) - Badan pengawas data Inggris mengatakan pihaknya telah menyita sejumlah komputer dalam penyelidikan bocornya gambar yang menampilkan mantan menteri kesehatan Matt Hancock sedang mencium seorang penasihat di kantornya.
Hancock mengundurkan diri dari jabatannya pada Juni setelah gambar dari kamera pengawas tentang ciuman sang menteri, yang melanggar aturan COVID-19 saat itu, dimuat oleh suratkabar The Sun.
Pada Kamis, Kantor Komisioner Informasi (ICO) mengatakan komputer pribadi dan peralatan elektronik disita untuk mengetahui bagaimana gambar dari CCTV itu bisa jatuh ke tangan publik.
Perusahaan yang menangani kamera pengawas di kementerian kesehatan telah melaporkan kebocoran data kepada pengawas. Mereka mengatakan gambar tersebut diambil tanpa sepengetahuan mereka ataupun kementerian kesehatan.
"Adalah sangat penting bahwa semua orang, termasuk pegawai kantor pemerintah dan anggota masyarakat yang berinteraksi dengan mereka, memiliki kepercayaan dan keyakinan tentang perlindungan data pribadi mereka," kata Steve Eckersley, Direktur Penyelidikian ICO.
"Dalam keadaan ini, ICO akan bereaksi dengan cepat dan efektif untuk menyelidiki jika ada risiko orang lain telah mendapatkan data pribadi secara tidak sah. Kami sedang melakukan penyelidikan dan tidak akan berkomentar lebih jauh sampai mendapat kesimpulan."
Sumber: Reuters
Hancock mengundurkan diri dari jabatannya pada Juni setelah gambar dari kamera pengawas tentang ciuman sang menteri, yang melanggar aturan COVID-19 saat itu, dimuat oleh suratkabar The Sun.
Pada Kamis, Kantor Komisioner Informasi (ICO) mengatakan komputer pribadi dan peralatan elektronik disita untuk mengetahui bagaimana gambar dari CCTV itu bisa jatuh ke tangan publik.
Perusahaan yang menangani kamera pengawas di kementerian kesehatan telah melaporkan kebocoran data kepada pengawas. Mereka mengatakan gambar tersebut diambil tanpa sepengetahuan mereka ataupun kementerian kesehatan.
"Adalah sangat penting bahwa semua orang, termasuk pegawai kantor pemerintah dan anggota masyarakat yang berinteraksi dengan mereka, memiliki kepercayaan dan keyakinan tentang perlindungan data pribadi mereka," kata Steve Eckersley, Direktur Penyelidikian ICO.
"Dalam keadaan ini, ICO akan bereaksi dengan cepat dan efektif untuk menyelidiki jika ada risiko orang lain telah mendapatkan data pribadi secara tidak sah. Kami sedang melakukan penyelidikan dan tidak akan berkomentar lebih jauh sampai mendapat kesimpulan."
Sumber: Reuters
Pewarta : Anton Santoso
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mengharukan, mantan petarung tunarungu UFC kini dapat mendengar setelah 41 tahun
05 January 2025 23:55 WIB, 2025
Bekuk Crystal Palace, Gerrard lanjutkan bulan madu bersama Aston Villa
28 November 2021 13:53 WIB, 2021
Menkes Matt Hancock: Inggris bagikan jutaan alat tes COVID-19 dalam hitungan 90 menit
03 August 2020 9:32 WIB, 2020
Tottenham Hotspur tersungkur di kandang sendiri dipecundangi Wolverhampton
02 March 2020 6:37 WIB, 2020