Sumsel alami lonjakan kasus COVID-19, Rabu tembus 778 orang
Rabu, 14 Juli 2021 21:26 WIB
Suasana pemakaman khusus COVID-19 TPU Gandus Hills, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/5/2021). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp)
Palembang (ANTARA) - Provinsi Sumatera Selatan mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 pada Rabu yang mencapai 778 orang padahal sebelumnya rata-rata hanya 300 per hari sejak Maret 2020.
Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Yusri di Palembang, Rabu, mengatakan peningkatan kasus tersebut diduga indikasi dari bermutasinya virus COVID-19 ke varian Delta B1617 di wilayah Sumatera Selatan yang ditemukan sejak awal tahun 2021.
Walau demikian, Sumatera Selatan bukan satu-satunya daerah yang mengalami peningkatan setelah ditemukannya mutasi virus COVID-19 asal Inggris tersebut melainkan semua daerah di seluruh Indonesia juga mengalami hal serupa.
"Jika melihat kasus saat ini bisa saja (akibat mutasi virus) karena di provinsi lain juga meningkat," kata dia.
Untuk menekan penyebaran kasus COVID-19, pemerintah mengaktifkan pengambilan sampel terhadap masyarakat melalui tes usap (swab test) dan polymerase chain reaction (PCR).
Baca juga: Realisasi vaksinasi segmentasi lansia di Sumsel masih rendah
"Bagi yang konfirmasi positif ataupun reaktif kami arahkan untuk dirawat dan melakukan isolasi mandiri," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang Lisa Dewi mengatakan pihaknya kini menerima pemeriksaan hasil tes usap (swab test) dan polymerase chain reaction (PCR) mencapai 3.000 sampel per hari.
Banyaknya sampel yang harus diuji membuat petugas bekerja ekstra, karena kemampuan yang dimiliki hanya mampu memeriksa 1.000 sampel per-hari.
Menurut Lisa Dewi, kondisi tersebut masih bisa di atasi sejauh stok reagen untuk melakukan pemeriksaan hasil tes masih tersedia.
"Nanti akan mendapatkan kiriman bahan reagen dari pemerintah pusat supaya kinerja laboratorium kesehatan tidak terganggu," ujar dia.
Peta persebaran COVID-19 Sumatera Selatan, Rabu (14/7) tercatat, kasus konfirmasi positif meningkat 778 total 33.207 orang, 3.496 konfirmasi positif dalam perawatan, 1.628 orang meninggal dunia.
Zona merah atau penyebaran tertinggi di Kota Palembang, Prabumulih, Kabupaten OKU Timur, Musi Banyuasin, Lahat dan Ogan Ilir. Kemudian, 12 kabupaten/kota berada dalam zona oranye atau penyebaran sedang.
Baca juga: Sumsel aktifkan menara Asrama Haji Palembang rawat pasien COVID-19
Baca juga: Pemprov Sumsel manfaatkan asrama haji isolasi OTG
Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Yusri di Palembang, Rabu, mengatakan peningkatan kasus tersebut diduga indikasi dari bermutasinya virus COVID-19 ke varian Delta B1617 di wilayah Sumatera Selatan yang ditemukan sejak awal tahun 2021.
Walau demikian, Sumatera Selatan bukan satu-satunya daerah yang mengalami peningkatan setelah ditemukannya mutasi virus COVID-19 asal Inggris tersebut melainkan semua daerah di seluruh Indonesia juga mengalami hal serupa.
"Jika melihat kasus saat ini bisa saja (akibat mutasi virus) karena di provinsi lain juga meningkat," kata dia.
Untuk menekan penyebaran kasus COVID-19, pemerintah mengaktifkan pengambilan sampel terhadap masyarakat melalui tes usap (swab test) dan polymerase chain reaction (PCR).
Baca juga: Realisasi vaksinasi segmentasi lansia di Sumsel masih rendah
"Bagi yang konfirmasi positif ataupun reaktif kami arahkan untuk dirawat dan melakukan isolasi mandiri," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang Lisa Dewi mengatakan pihaknya kini menerima pemeriksaan hasil tes usap (swab test) dan polymerase chain reaction (PCR) mencapai 3.000 sampel per hari.
Banyaknya sampel yang harus diuji membuat petugas bekerja ekstra, karena kemampuan yang dimiliki hanya mampu memeriksa 1.000 sampel per-hari.
Menurut Lisa Dewi, kondisi tersebut masih bisa di atasi sejauh stok reagen untuk melakukan pemeriksaan hasil tes masih tersedia.
"Nanti akan mendapatkan kiriman bahan reagen dari pemerintah pusat supaya kinerja laboratorium kesehatan tidak terganggu," ujar dia.
Peta persebaran COVID-19 Sumatera Selatan, Rabu (14/7) tercatat, kasus konfirmasi positif meningkat 778 total 33.207 orang, 3.496 konfirmasi positif dalam perawatan, 1.628 orang meninggal dunia.
Zona merah atau penyebaran tertinggi di Kota Palembang, Prabumulih, Kabupaten OKU Timur, Musi Banyuasin, Lahat dan Ogan Ilir. Kemudian, 12 kabupaten/kota berada dalam zona oranye atau penyebaran sedang.
Baca juga: Sumsel aktifkan menara Asrama Haji Palembang rawat pasien COVID-19
Baca juga: Pemprov Sumsel manfaatkan asrama haji isolasi OTG
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Timnas Putri kalahkan Myanmar dalam adu penalti 6-5, raih peringkat tiga Piala AFF U-19
18 June 2025 18:19 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Bapenda Sumsel pastikan tak ada kenaikan tarif Pajak Kendaraan Bermotor 2026
13 February 2026 23:38 WIB
Pemprov Sumsel terapkan gentengisasi secara bertahap, target awal bangunan pemerintah
13 February 2026 23:36 WIB