Adian Napitupulu bersama sejumlah tokoh aktivis'98 temui Presiden Jokowi di Istana Negara
Senin, 10 Mei 2021 17:49 WIB
Adian Napitupulu (kiri) bersama sejumlah tokoh mantan aktivis 98, bertemu Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Senin. ANTARA/HO-Adian Napitupulu
Jakarta (ANTARA) - Politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, bersama sejumlah tokoh mantan aktivis '98, yakni Mustar Bona Ventura dan Fendy Mugni, menemui Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Berdasarkan keterangan tertulis Napitupulu, yang diterima di Jakarta, Senin, pembicaraan antara dia dan para tokoh dengan Presiden berkaitan dengan situasi nasional, COVID-19, vaksin, sumber daya laut, ekonomi dan tanah untuk rakyat.
Terkait pandemi, kata dia, Jokowi meminta agar seluruh elemen rakyat bergandengan tangan dan bergotong-royong untuk melewati masa sulit.
Sementara soal kekayaan alam, dan hambatan investasi, menurutnya, Jokowi sempat menelepon menteri terkait untuk mengonfirmasi.
Para tokoh juga membahas sejumlah peraturan seperti PP 56 terkait royalti lagu, PP 35 tentang perjanjian kerja hingga Peraturan Presiden terkait harga gas yang tidak kompetitif dengan negara lain yang membuat biaya produksi menjadi lebih tinggi.
Adapun dia pada kesempatan itu juga mengangkat persoalan terkait agraria, yakni mengenai data 65.000 Ha tanah PTPN yang dikelola rakyat yang memerlukan kepastian hukum untuk mencegah konflik agraria ke depan.
"Terkait berbagai masalah yang disampaikan, presiden meminta agar komunikasi dilakukan lebih intensif dengan semua menteri terkait," ujar dia, dalam keterangannya.
Berdasarkan keterangan tertulis Napitupulu, yang diterima di Jakarta, Senin, pembicaraan antara dia dan para tokoh dengan Presiden berkaitan dengan situasi nasional, COVID-19, vaksin, sumber daya laut, ekonomi dan tanah untuk rakyat.
Terkait pandemi, kata dia, Jokowi meminta agar seluruh elemen rakyat bergandengan tangan dan bergotong-royong untuk melewati masa sulit.
Sementara soal kekayaan alam, dan hambatan investasi, menurutnya, Jokowi sempat menelepon menteri terkait untuk mengonfirmasi.
Para tokoh juga membahas sejumlah peraturan seperti PP 56 terkait royalti lagu, PP 35 tentang perjanjian kerja hingga Peraturan Presiden terkait harga gas yang tidak kompetitif dengan negara lain yang membuat biaya produksi menjadi lebih tinggi.
Adapun dia pada kesempatan itu juga mengangkat persoalan terkait agraria, yakni mengenai data 65.000 Ha tanah PTPN yang dikelola rakyat yang memerlukan kepastian hukum untuk mencegah konflik agraria ke depan.
"Terkait berbagai masalah yang disampaikan, presiden meminta agar komunikasi dilakukan lebih intensif dengan semua menteri terkait," ujar dia, dalam keterangannya.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Adian Napitupulu pantas jadi menteri karena "berkeringat" menangkan Jokowi
09 July 2019 20:31 WIB, 2019
Presiden Jokowi singgung nama Adian Napitupulu saat bicara soal menteri
16 June 2019 21:01 WIB, 2019
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Bandara AS lumpuh akibat "shutdown" 40 hari, antrean mengular dan penerbangan tertunda
23 March 2026 10:18 WIB
Tim SAR cari seorang pria korban speedboat terbalik di perairan Ogan Komering Ilir
22 March 2026 17:01 WIB
Mengejutkan dunia, rudal Iran jangkau pangkalan militer Inggris di Diego Garcia Samudra Hindia
21 March 2026 21:54 WIB